Cegah Penyanderaan, Jokowi Minta Bangun Infrastruktur di Papua Dikawal TNI-Polri
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi berharap tidak ada lagi peristiwa penyanderaan di Papua. Ia pun meminta setiap kegiatan di Papua harus dikawal aparat keamanan.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat disinggung mengenai evaluasi keamanan usai Philip Mehrtens dibebaskan oleh OPM pada hari ini, Sabtu (21/9). Philip adalah pilot Susi Air yang sudah disandera hingga lebih dari 1,5 tahun oleh OPM.
“Dalam setiap kegiatan di Papua saya selalu menekankan agar didampingi oleh pihak aparat keamanan,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/9).
Jokowi lantas mencontohkan pengamanan dilakukan untuk pembangunan infrastruktur maupun pengiriman logistik di pulau yang menyimpan banyak kekayaan alam tersebut.
“Dalam membangun infrastruktur jalan, membangun jembatan agar didampingi oleh pihak aparat keamanan,” ujar Jokowi.
“Pilot yang membawa logistik sampai ke Nduga, sampai ke Wamena, sampai di Puncak ini semuanya harus ada dikawal oleh TNI/Polri untuk keamanannya,” sambungnya.
Kaops Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengungkap bagaimana pilot Susi Air Philip Mehrtens bisa bebas dari penyanderaan OPM di Papua.
Faizal dalam keterangannya pada Sabtu (21/9) mengungkap, pembebasan itu terwujud berkat pendekatan tokoh keagamaan.
"Ya benar, kami mengedepankan pendekatan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat dan keluarga dekat dari Egianus Kogoya," ujar Faizal.
"Pendekatan ini penting dilakukan untuk meminimalisasi jatuhnya korban jiwa baik dari aparat, masyarakat sipil dan sekaligus menjaga keselamatan dari pilot itu sendiri" jelas Faizal.
Faizal menekankan lewat pendekatan itu pula akhirnya Philip berhasil dijemput oleh Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024, pada Sabtu ini.
