Cek TKP: 14 Rombongan Mobil Rotator Lintasi Jalan Sudirman dalam 2 Jam
ยทwaktu baca 2 menit

Bunyi rotator atau sirine dari mobil pejabat sudah seperti makanan sehari-hari di jalan raya khususnya di Jakarta. Tidak jarang, mereka terus membunyikan sirine sekalipun di tengah macet.
Sebenarnya sah-sah saja, ada aturan soal pejabat menggunakan sirine dan rotator. Tapi coba bayangkan, sebagai rakyat biasa yang mesti antre menghadapai kemacetan, lalu berkali-kali ada rombongan 'istimewa' meminta jalur.
Kalau sekali dua kali oke lah. Tapi bagaimana bila berkali-kali?
kumparan lalu menguji seberapa banyak mobil sipil, pejabat, hingga aparat yang menggunakan rotator dan terus dibunyikan di kawasan jalan protokol ibu kota.
Pantauan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, tepatnya di jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Polda Metro Jaya. Pantauan dilakukan selama 2 jam mulai dari pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Dari pemantauan tersebut ditemukan ada 14 mobil dan rombongan mobil berotator yang melintasi Jalan Sudirman. Rata-rata setiap 5-10 menit satu rombongan melintasi jalan itu.
Mobil-mobil yang melintas terdiri dari macam-macam instansi. Mulai dari pelat Polri, TNI, hingga pelat 'RF' dan juga pelat dengan huruf depan RI.
Ada yang mendapat pengawalan dari voorijder ada pula yang berjalan sendirian dengan menyalakan rotator.
Para voorijder terlihat meliuk-liuk di antara mobil-mobil sipil yang melintas guna membukakan jalan bagi mobil yang dikawalnya. Sesekali dia juga membunyikan sirinenya guna menyingkirkan kendaraan di depannya.
Meski begitu, para voorijder terlihat mengacungkan jempolnya sebagai tanda terima kasih kepada pengendara yang telah memberi rombongannya jalan.
Arus lalu lintas di lokasi padahal terpantau ramai lancar. Tapi, mereka tetap lebih memilih untuk menyalakan rotator.
Sepertinya para pejabat ini cukup berbeda dengan Presiden Jokowi. Tak sedikit cerita kesaksian masyarakat kala berpapasan dengan rombongan Presiden Jokowi di tol atau di sejumlah ruas jalan.
Tak ada suara rotator yang bising, layaknya meminta keistimewaan selaku pejabat meminta jalan.
Kira-kira bagaimana menurut pembaca?
