News
·
5 Februari 2021 19:12

CEO Euro Management Indonesia Bimo Sasongko Maju Jadi Caketum Ikatan Alumni ITB

Konten ini diproduksi oleh kumparan
CEO Euro Management Indonesia Bimo Sasongko Maju Jadi Caketum Ikatan Alumni ITB (55459)
CEO Euro Management Indonesia Bimo Sasongko. Foto: Dok. Istimewa
Bursa calon Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) diramaikan oleh sejumlah tokoh. Selain Dirut Bio Farma Honesti Basyir, ada juga nama tokoh lain seperti CEO Euro Management Indonesia Bimo Sasongko yang mencalonkan diri sebagai caketum Ikatan Alumni ITB. Dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh kumparan, Jumat (5/2), Bimo, mengharapkan dukungan kepada alumni lainnya di ITB agar bisa menang dalam kontestati pemilihan caketum IA-ITB.
ADVERTISEMENT
"Saya menyatakan per Jumat, 22 Januari untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum IA - ITB periode 2021 - 2025, di mana ada beberapa kandidat Ketua Umum yang sudah diverifikasi termasuk saya per minggu ini," demikian keterangan Bimo Sasongko.
"Tahapan selanjutnya para kandidat membutuhkan endorsement dan dukungan tertulis sebanyak 100 alumni ITB. Dukungan rekan-rekan alumni dan Anggota ITB sangat saya butuhkan demi memajukan IA - ITB 4 (empat) tahun ke depan dan kembali membangkitkan kekuatan besar alumni ITB di tanah air dan regional bahkan dunia," lanjut Bimo.
Bimo Sasongko merupakan lulusan ITB jurusan Teknik Informatika angkatan 1990. Berbagai jabatan di sejumlah organisasi telah dia emban.
CEO Euro Management Indonesia Bimo Sasongko Maju Jadi Caketum Ikatan Alumni ITB (55460)
CEO Euro Management Indonesia Bimo Sasongko. Foto: Dok. Istimewa
Di antaranya Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) periode 2016-2019 dan 2019-2024. Kemudian Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI). Bimo juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 2017-2021. Bimo memaparkan visi dan misinya ketika kelak memimpin sebagai Ketua Umum IA-ITB. Salah satunya adalah membentuk platform gotong royong para intelektual bangsa.
ADVERTISEMENT
"IA-ITB perlu membentuk platform gotong royong para intelektual bangsa yang sesuai dengan pembangunan manusia Indonesia khususnya membentuk SDM terbarukan. Karena selama ini para intelektual bangsa lebih suka kerja sendiri dan terlalu sibuk dengan ambisi masing-masing," ujar dia.
"Akibatnya progres kemajuan bangsa tersendat dan indeks daya saing SDM bangsa belum menggembirakan. Perlu terobosan dalam pembangunan manusia agar bisa membuahkan produktivitas yang tinggi serta meningkatnya nilai tambah lokal. Saatnya kerja yang cerdas dan berkualitas, bukan kerja asal kerja karena dampak pandemi COVID-19 telah mendorong dunia melakukan tatanan baru," lanjut Bimo.
Bimo menilai IA-ITB memiliki peran untuk mengatasi kebutuhan ruang kreativitas dan inovasi segenap milenial bangsa. Sehingga proses demokratisasi teknologi nantinya bisa terwujud. Apalagi tren menunjukkan bahwa korporasi dunia sedang menekankan inisiatif dan program demokratisasi teknologi.
ADVERTISEMENT
"Saatnya segenap IA-ITB bisa tampil sebanyak-banyaknya menjadi skunk works pembangunan. Agar bangsa ini bisa melakukan lompatan yang dramatis. Seperti Leprechauns si pelompat yang luar biasa. Leprechauns telah menjadi legenda sekaligus ikon kemajuan bangsa Irlandia," kata dia.