Cerita Anak Petani yang Berhasil Jadi Paskibraka di Istana Merdeka

Status sosial sebenarnya bukan penghalang bagi seseorang untuk bisa meraih cita-citanya. Karena cita-cita hanya bisa diraih dengan ketekunan dan usaha yang keras.
Ketekunan dan usaha yang keras jugalah yang membuat I Komang Aji Tegak Sidiman, siswa SMK Negeri Bali Mandara, terpilih sebagai salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) HUT ke-72 RI di Istana Merdeka, Jakarta. Walau dia hanyalah seorang anak petani, namun impiannya untuk menjadi Paskibraka terwujud.
kumparan (kumparan.com), Senin (14/8), berkesempatan melakukan wawancara dengan Komang di sela-sela gladi resik Paskibraka di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Meski baru saja ikut gladi resik sejak pagi, Komang tidak menampilkan wajah lelah saat diwawancarai.

"Nama saya I Komang Aji Tegak Sidiman, saya utusan dari Provinsi Bali. Saya sekolah di SMK Negeri Bali Mandara. Bapak bernama Wayan Koja dan ibu bernama Luh Asri. Bapak petani dan ibu pekerja kebun. Tapi lahan yang digarap itu milik orang lain dan desa," kata Komang.
"Awalnya ikut Paskibra itu dari sekolah. Sekolah saya itu sekolah berbasis semi militer. Jadi sekolah saya itu memang sudah ada organisasi Paskibraka. Saya awalnya kan waktu kelas satu tidak tahu apa itu Paskibraka. Baru masuk itu dikasih pilihan sama sekolah dan pilihan itu disosialisasikan satu per satu. Dan jatuh ke Paskibra," lanjut dia.
Komang baru mengetahui apa itu Paskibra setelah melihat seniornya di sekolah berhasil mengibarkan bendera Merah Putih tanpa kesalahan sedikit pun. Lalu, Komang pun tertarik untuk masuk ke dalam organisasi itu.

Hingga akhirnya tahun ini ada pembukaan seleksi tes untuk calon Paskibraka 2017, Komang pun ikut. Ia hanya membawa dua hal saat mengikuti tes calon Paskibraka 2017, ketekunan dan usaha.
"Jadi saya mengikuti seleksi itu di sekolah terlebih dahulu. Baru dipilih 10 orang kemudian dikirim ke kabupaten untuk diseleksi dan selesai kabupaten lalu ke provinsi. Setelah itu saya berhasil lolos untuk seleksi di provinsi dan dipilih juga untuk 10 orang untuk provinsi," imbuh Komang.
"Setelah itu di provinsi diseleksi selama 3 hari dua malam mulai dari tes fisik, IQ, dan psikologi. Terakhir tes pantukhir (tes pantauan akhir). Itu seleksi sangat ketat karena dari 90 orang hanga ditunjuk tiga orang salah satunya saya," paparnya.

Setelah dites pantukhir, ternyata nama Komang ada dalam daftar yang lolos tes Paskibraka 2017. Komang mengalahkan 90 kontestan dan ia berhasil ke Jakarta dengan salah satu temannya yang berasal dari Jembrana.
Begitu sampai di Jakarta, Komang langsung ikut segala macam latihan seperti baris berbaris dan ketangkasan. Komang juga mengikuti program Bela Negara di latihan Paskibraka 2017.
"Ini sudah dari tiga minggu karena sebenarnya itu pelatihan yang sangat concern tiga minggu. Karena salah satunya itu akan ada apel Bela Negara. Jadi hanya dua hari. Persiapannya gini saja," terang Komang.
"Suka dukanya, itu kalau suka kita bisa kenal dengan teman-teman lain provinsi dan saling mengenal karakter satu dan lain. Kita juga sering buat yel-yel bersama. Itu sukanya tapi dukanya disaat kami latihan, biasanya panas. Itu sih kadang-kadang," beber anak bungsu dari tiga bersaudara ini.
Sebelum wawancara dengan kumparan, Komang mengikuti makan siang bersama dengan rekan-rekannya di Paskibraka. Di acara makan siang ini terlihat betapa anggota Paskibraka dididik untuk saling menghormati, menghargai, dan menolong satu dengan lainnya.
