Cerita Anggota Polisi RI Belajar Security and Crime Sciences di Selandia Baru

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandhi Satyatama saat wisuda di University of Waikato, Selandia Baru.  Foto: Dok. Sandhi Satyatama
zoom-in-whitePerbesar
Sandhi Satyatama saat wisuda di University of Waikato, Selandia Baru. Foto: Dok. Sandhi Satyatama

Sandhi Satyatama, seorang anggota polisi, butuh waktu dua tahun untuk mewujudkan mimpinya kuliah ke luar negeri. Sebelumnya, ia pernah gagal dalam seleksi Beasiswa LPDP, Chevening, Australia Awards, dan Fulbright. Hingga kemudian, ia diterima untuk belajar di Selandia Baru melalui New Zealand ASEAN Scholarship (NZAS).

Dalam program ini, ia memilih jurusan Master of Security and Crime Sciences di University of Waikato, Hamilton, Selandia Baru. Salah satu alasan Sandhi memilih kampus ini adalah lokasinya yang kondusif untuk pelajar. Ia menyebut, Yogyakarta-nya versi Selandia Baru.

“Lingkungan kota yang teratur dan tidak terlalu ramai membantu studi saya selesai dengan cepat. Biaya hidup di Hamilton juga cenderung lebih rendah dibanding kota-kota lain seperti Wellington atau Auckland,” ujar Sandhi kepada Indonesia Mengglobal.

Sandhi Satyatama kuliah di University of Waikato, Selandia Baru. Foto: Dok. Sandhi Satyatama

Selain itu, kampus tersebut juga memiliki staf yang ramah untuk melayani mahasiswa internasional. Bagi Sandhi, staf tersebut sangat membantu dalam beradaptasi di kampus sejak awal masuk.

Di jurusan tersebut, ia fokus di manajemen keamanan, intelijen, dan pencegahan kejahatan. Program ini menggabungkan sejumlah ilmu seperti kriminologi, statistika, manajemen.

“Hal yang paling menarik perhatian saya adalah bagaimana kita bisa mengolah data-data tempat kejadian perkara kejahatan di suatu lokasi dengan menggunakan Geographical Informational System (GIS) sehingga dapat divisualisasikan dalam bentuk peta digital,” tambahnya.

Menurutnya, metode ini bisa memudahkan dalam menganalisis kejahatan di suatu wilayah. Strategi tersebut bisa membantu kepolisian dalam melakukan patroli serta pencegahan di tempat-tempat yang banyak terjadi tindak kriminal.

Sandhi Satyatama foto bersama denga polisi Selandia Baru. Foto: Dok. Sandhi Satyatama

“Dengan demikian, sumber daya kepolisian dapat dikelola dengan efektif, yaitu menggunakan ketersediaan anggota polisi yang terbatas untuk berfokus pada tempat-tempat yang memang banyak terjadi kejahatan,” terangnya.

Di luar aktivitas kuliah, Sandhi juga mencoba bekerja paruh waktu dengan maksimal 20 jam per pekan. Hal itu sesuai dengan aturan visa pelajar. Selain itu, ia aktif di organisasi Perkumpulan Pelajar Indonesia Hamilton.

Sandhi Satyatama di Student Center University of Waikato. Foto: Dok. Sandhi Satyatama

“Ada dua jenis pekerjaan paruh waktu yang saya ambil saat itu, yaitu kitchen hand dan insulation installer. Selama waktu part-time tidak mengganggu waktu studi saya, mengapa tidak,” kenangnya.

Ia berpesan, bagi yang ingin melamar beasiswa, persiapkan diri sesuai dengan program studi yang diinginkan. Selain itu, jangan rendah diri saat bergaul dengan mahasiswa lainnya di kampus.

“Tidak perlu merasa minder dengan teman-teman penduduk asli New Zealand karena pada strata yang sama, sebenarnya kemampuan kita tidak kalah dengan mereka,” pungkasnya.

===

Tulisan ini pernah dimuat di Indonesia Mengglobal ditulis oleh Lavinia Disa.

embed from external kumparan