Cerita Bima Arya 22 Hari Dirawat: Bikin Grup Chat dengan 'Alumni' Pasien Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam diskusi “Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional Dalam 100 Hari Jokowi-Amin” di Senayan, Jakarta, Minggu (16/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam diskusi “Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional Dalam 100 Hari Jokowi-Amin” di Senayan, Jakarta, Minggu (16/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Wali Kota Bogor Bima Arya akhirnya diperbolehkan pulang setelah selama 22 hari dirawat di RSUD Kota Bogor karena positif virus corona. Setelah keluar dari RSUD Kota Bogor, Bima pun menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Bima pun menceritakan pengalamannya selama menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit. Ia bercerita bagaimana dirawat dan menerima perawatan dari tenaga medis.

"Jadi saya diisolasi di satu ruang ukuran 3x7 meter dan dicek rutin (oleh) dokter. Kemudian sehari 4 sampai 5 kali dicek, saya selalu dicek tekanan darah, saturasi oksigen dan obat-obatan," kata Bima dalam wawancara bersama kumparan, Rabu (15/4).

"Demam dikasih paracetamol, batuk dikasih obat batuk, dikasih juga obat dan vitamin lewat infus supaya efektif ke pembuluh darah," lanjutnya.

Ridwan Kamil jenguk Bima Arya di Bogor. Foto: Dok. Pemprov Jabar

Selama berada di ruang isolasi, Bima pun sempat melakukan komunikasi dengan sejumlah koleganya yang juga dirawat karena positif virus corona. Meski komunikasinya dilakukan melalui chat WhatsApp.

"Ya saya senang ya kita saling menguatkan. Saya kontak Bupati Karawang, staf kita di Pemkot juga di sebelah (ruang isolasi) saya. Jadi kita seperti paguyuban, saling menyemangati," tuturnya.

Bima juga menyebut akan segera membuat grup WhatsApp dengan koleganya yang sudah sembuh dari virus corona.

"Nanti sepertinya ada alumninya itu," ujarnya sembari tertawa.

kumparan post embed

Bima pun kembali mengingatkan warga untuk berhati-hati dengan virus corona. Apalagi ada banyak kasus positif tanpa gejala.

"Sebetulnya gejala itu ada ya. Kalau bisa tanpa gejala, saya bukan yang termasuk tanpa gejala. Gejala yang saya rasakan lemes, mual, nafsu makan hilang, batuk-batuk, kemudian saya merasa tubuh saya panas padahal kalau diukur normal," jelasnya.

"Banyak yang nanya sama saya gejalanya apa. Saya katakan gejalanya itu beda-beda seperti putranya Pak Tjahjo itu tanpa gejala, Bupati Karawang. Jadi setiap orang memang beda-beda," pungkasnya.

==========

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!