Cerita Dasco Ikut Uji Klinis Vaksin Nusantara: Diambil Darah untuk Diolah 7 Hari

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Terawan. Foto: DPR
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Terawan. Foto: DPR

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjadi salah satu relawan uji klinis vaksin Nusantara yang diprakarsai eks Menkes Terawan Agus Putranto. Dasco hadir pagi tadi untuk pengambilan sampel darah di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

"Hari ini saya sudah mengambil sampel darah untuk diolah selama 7 hari untuk dijadikan vaksin Nusantara yang kemudian nanti akan dimasukkan ke dalam tubuh saya dalam 7 hari ke depan," kata Dasco seusai pengambilan sampel darah untuk uji klinis, Rabu (14/4).

Proses uji klinis, lanjut Dasco, telah berjalan dengan lancar dan tidak membutuhkan proses lama. Sebelum diambil sampel darah, sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan (screening).

kumparan post embed

"Ada beberapa pertanyaan mengenai penyakit yang diderita misalnya sebelum ini dan kita sudah tuliskan dan itu juga berlaku bagi setiap yang akan diambil uji klinis fase 2 ini," papar Dasco.

Dijelaskan Dasco, ada sekitar 40 anggota DPR RI yang hadir dalam uji klinis vaksin Nusantara itu, mayoritas dari Komisi IX DPR. Alasan Dasco mau ikut uji klinis vaksin Nusantara karena semangatnya mendukung vaksin produksi dalam negeri.

Kantor pusat AIVITA Biomedical di Irvine, California, AS. Foto: aivitabiomedical.com

"Kita kan harus mendukung produksi dalam negeri terutama produksi anak bangsa. Kita tahu bahwa vaksin-vaksin dari luar ini juga masuknya enggak gampang ke Indonesia apalagi saat sekarang ini embargo vaksin dilakukan oleh negara negara penghasil vaksin. Oleh karena itu kita harus support vaksin-vaksin yang ada," ujar ketua harian DPP Gerindra itu.

Vaksin Nusantara menggunakan teknologi sel dendritik yang dikembangkan AIVITA Biomedical, California, AS. AIVITA yang menjadi sponsor pengembangan vaksin selama ini fokus pada terapi kanker dengan sel dendritik. AIVITA menggandeng beberapa elemen di Indonesia untuk mengembangkan vaksin tersebut.

Vaksin Dimasukkan Kamis Depan

Lebih jauh, Dasco mengatakan ia didampingi dr Terawan selama proses uji klinis, nantinya ia juga mempersilakan publik (media) melihat proses pemasukan vaksin pada Kamis (22/4).

"Nanti 7 hari ke depan kawan kawan (media) boleh ke sini hari Kamis depan untuk melihat proses pemasukan vaksin yang sudah diolah di RSPAD," ujar Dasco.

Dasco sebelumnya juga sudah pernah positif COVID-19 sewaktu awal-awal pandemi di Tanah Air. Ia juga sempat mengkampanyekan jamu herbal yang ditengarai sebagai obat COVID-19.

kumparan post embed

Vaksin yang berbasis sel dendritik ini mulai dikembangkan pada September 2020. Namun, penetapan tim penelitian uji klinis vaksin ini dilakukan pada 12 Oktober atau 2 bulan sebelum Terawan direshuffle dari kabinet.

Sel dendritik merupakan sel imun yang menjadi bagian dari sistem imun. Satu vaksin hanya diperuntukkan pada satu orang atau bersifat personalisasi. Dengan demikian, vaksin ini diyakini aman bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).