Cerita Dessi Saat Kabur dari Rumah Penyekapan: Lompat Pagar sampai Celana Robek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wawancara korban penyekapan dan penculikan di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wawancara korban penyekapan dan penculikan di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Dessi Juwita, korban penculikan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, menceritakan detik-detik dramatis saat dirinya berhasil kabur dari rumah penyekapan.

Ia nekat melompat pagar besi setinggi pinggang hingga celananya robek demi menyelamatkan suami dan teman-temannya yang disekap.

“Waktu Subuh, jam 04.50 WIB, saya mendapati yang penjaga sudah tidur, empat orang. Cewek satu, laki-laki ada tiga, sudah terlelap tidur,” kata Dessi dalam keterangannya, Jumat (17/10).

Melihat kesempatan itu, Dessi mengendap-endap ke luar rumah.

“Kebetulan pintu rumahnya tidak terkunci, saya keluar secara perlahan-lahan. Nah, pintu gerbang susah dibuka. Lalu saya pindah ke samping rumahnya yang pagar besi, saya naik dari situ, nekat, lompat sampai celana saya robek,” tuturnya.

Suasana rumah diduga tempat penyekapan dan penyiksaan 3 pria di Pondok Aren, Tangsel. Foto: Dok. kumparan

Setelah berhasil kabur, Dessi berlari sekencang-kencangnya hingga bertemu seorang kakek yang menolongnya ke jalan raya.

“Saya sempat tanya dulu, ‘ini daerah apa Pak namanya?’ Katanya, Taman Mangu, Pondok Aren, Tangerang Selatan,” ujar Dessi.

Dari situ, ia bertemu sopir taksi yang membawanya pulang ke rumah ibu mertuanya di Cibubur.

“Terima kasih juga ya bapak taksi. Sampai saya diantar ke Cibubur, ke rumah ibu mertua saya,” katanya.

Wawancara korban penyekapan dan penculikan di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Setelah tiba di rumah, Dessi langsung menghubungi keluarganya di Bandung untuk melapor ke Polda Metro Jaya.

“Kakak saya di Bandung suruh langsung laporan ke Polda Metro Jaya, katanya biar cepat ditindaklanjuti. Ya sudah, saya nurut omongan kakak saya, saya didampingi ke Polda Metro Jaya buat laporan,” ujarnya.

Tak lama setelah laporan diterima, tim Resmob Polda Metro Jaya langsung bergerak ke lokasi dan menemukan para korban yang masih disekap.

Suasana rumah diduga tempat penyekapan dan penyiksaan 3 pria di Pondok Aren, Tangsel. Foto: Dok. kumparan

“Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada tim Resmob Polda Metro Jaya dengan cepat tanggap menindaklanjuti laporan saya secepatnya dan langsung bergerak ke TKP, langsung mendapatkan para tawanan,” kata Dessi.

Kasus penculikan dan penyekapan ini berawal dari transaksi jual beli mobil yang ternyata jebakan. Polisi menetapkan sembilan tersangka dan menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk pelat dinas dan seragam polisi palsu.

“Jadi total ada sembilan orang yang sudah diamankan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan sudah ditetapkan jadi tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi, Kamis (16/10).

Kini, Dessi dan para korban lainnya telah dipastikan dalam kondisi sehat setelah berhasil diselamatkan. Sementara kesembilan tersangka kini tengah diperiksa untuk mengungkap motif di balik penculikan-penyekapan tersebut.