Cerita Fatia Didatangi Polisi: Disodorkan Surat Panggilan Paksa, lalu Pamit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti bercerita kediamannya sempat didatangi sejumlah polisi yang hendak menjemput paksanya, Selasa (18/1) pagi.

"Kalau saya sendiri ada sekitar 4-6 orang (polisi) yang datang, 2 mobil, yang di mana sekitar jam 07.30 pagi datang ke kediaman saya lalu membawa surat untuk pemanggilan paksa untuk pemeriksaan sebagai saksi," kata Fatia kepada wartawan, Selasa (18/1).

Namun Fatia menolak untuk dijemput paksa. Dia menjamin akan datang sendiri ke Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan soal laporan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

"Tetapi saya menolak karena saya bilang bahwa saya akan datang sendiri ke sana (Polda Metro Jaya) hari ini pukul 11," jelas Fatia.

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti (kiri) bersama Direktur Lokataru Haris Azhar (kanan) usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/1). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Lebih lanjut, ternyata polisi yang menjemputnya menerima penolakan Fatia karena menganggapnya kooperatif.

"Setelah itu mereka pamit dan tidak jadi membawa paksa karena dianggap kooperatif," tutup Fatia.

Untuk diketahui, Fatia dan Direktur Lokataru Haris Azhar dilakukan pemanggilan paksa oleh kepolisian karena telah mangkir 2 kali dari panggilan polisi.

Namun karena dinilai kooperatif dan berjanji akan hadir pemeriksaan, polisi batal menjemput paksa Haris dan Fatia. Hingga akhirnya mereka hadir sendiri pada sekitar pukul 11.30 WIB di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.