kumparan
7 September 2019 13:59

Cerita Kakek Heri saat Berjualan Pulpen, Ditipu Hingga Dibantu

Heryanto (56) pedagang pulpen keliling di kawasan grogol
Heryanto (56) pedagang pulpen keliling di kawasan grogol. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Dua tahun sudah kakek Heryanto menggantungkan hidup dengan berjualan pulpen. Selama itulah banyak pengalaman tak terlupakan dari para pembeli dan orang-orang di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Seperti yang terjadi hari ini, Sabtu (8/9) siang. saat kumparan berkesempatan mengunjungi lokasi berjualan kakek Heri di depan Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, tampak sejumlah mahasiswa datang membeli pulpen dari kakek Heri dan memberi uang lebih.
Tak hanya itu, beberapa orang mahasiswa bahkan datang sambil membawakan makanan dan mendoakan kesehatan kakek Heri. Tak jarang, ada pula yang memberikan bahan makanan untuk pria paruh berusia 56 tahun tersebut.
Heryanto (56) pedagang pulpen keliling di kawasan grogol
Heryanto (56) pedagang pulpen keliling di kawasan grogol. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
"Bahkan ada yang sampai sembako, mahasiswa UNJ. Beras 4 liter, minyak, kopi, pada ngasih. Bapak mau ucapin beribu-ribu terima kasih, selama bapak dagang ini bapak dibantu. Terima kasih mahasiswa sini, UNJ, Trisakti, makasih," ujar Hery sambil menahan haru.
Hingga hari ini, banyak bantuan yang berdatangan hingga ada yang menurutnya sangat besar yaitu Rp 3,75 juta. Bantuan tersebut datang dari warganet Twitter yang tersentuh dengan kerja keras Heri mencari nafkah di usia senja.
ADVERTISEMENT
"Kemarin Bapak dikasih sama Refi (mahasiswa yang sering membantunya), dari rakyat Twitter itu dikasih Rp 3,5 juta, sama beli pulpen Rp 300 ribu. Enggak tahu berapa biji Refi ambil (pulpennya). Pertama juga dikasih Rp 250 ribu sama Refi. Jadi jumlah dari rakyat Twitter itu Rp 3.750.000," ceritanya.
Heryanto (56) pedagang pulpen keliling di kawasan grogol
Pulpen yang dijual Heryanto di kawasan grogol. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Namun tak selalu perlakuan manis diterima kakek Heri saat berjualan. Sekitar 8 bulan yang lalu, ia mengaku pernah ditipu konsumen yang membeli pulpennya menggunakan uang palsu.
"Beli 2 uangnya Rp 50 ribu, minta kembali Rp 40 ribu, udah kita simpen kita taruh, kita bawa pulang. Begitu kita lihat (uangnya) kok tipis, luntur. YaAllah, ya udah enggak apa-apalah, belum rezeki kita kali," ungkapnya.
Meski begitu, dia mengaku tetap bersyukur dengan semua bantuan yang terus diterimanya sampai hari ini, termasuk donasi dari warga Twitter yang sudah diserahkan kepada kakek Heri beberapa hari yang lalu.
ADVERTISEMENT
"Bukan senang lagi. Bukan nangis lagi. Depan Refi (pemilik akun Twitter yang menulis tentang kakek Heri), mungkin kalau lebih dari saya, saya cium tuh kaki si Refi, demi Allah bener. Kita juga enggak sangka," tuturnya sambil menahan tangis.
kumparan berinisiatif menggalang donasi untuk Kakek Heri dan keluarganya. Bagi Anda yang ingin membantu Kakek Heri, dapat menyalurkannya melalui tautan berikut:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan