Cerita Keluarga soal Jenazah di Demak Bernapas-Bergerak saat Dimandikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kediaman rumah almarhum Suhardi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.  Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kediaman rumah almarhum Suhardi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Keluarga Suhardi (65 tahun) — pria di Demak, Jawa Tengah, yang disebut hidup kembali saat jenazahnya dimandikan pada Selasa (3/6) — meluruskan kabar yang beredar.

Anak kedua Suhardi, Setiawan (29), mengatakan peristiwa ini berawal saat ayahnya dinyatakan meninggal pada Selasa (2/6) pukul 16.00 WIB. Mereka kemudian memandikan jenazahnya.

Saat proses pemandian jenazah, pihak keluarga melihat tubuh almarhum berkeringat. Keluarga kemudian membawa Suhardi ke dalam rumah untuk diperiksa secara medis.

Bidan kemudian datang untuk mengecek kondisi Suhardi dan menemukan tanda-tanda kehidupan seperti detak jantung. Menurut bidan, Suhardi saat itu dalam kondisi koma.

"Ketika hendak dimandikan, di bagian tubuh ayah saya muncul keringat. Akhirnya dimasukkan lagi ke dalam rumah dan diperiksa oleh bidan sini," kata Setiawan saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/6).

"Bidan mengecek pakai alat kecil yang ditaruh di jempol ayah saya. Tapi posisi mata ayah saya tetap terpejam. Bidan menduga ayah saya masih koma," lanjutnya.

Selain itu, bidan juga menemukan saturasi oksigen Suhardi naik turun. Meski begitu, ayahnya tetap dalam kondisi koma dan tidak beraktivitas normal seperti narasi yang beredar.

"Tetapi ayah saya tetap terpejam, bukan hidup lagi seperti yang dikabarkan berbagai media sosial," imbuhnya.

Suhardi akhirnya dinyatakan meninggal dan telah dimakamkan pada Rabu (3/6) pukul 09.00 WIB di tempat pemakaman setempat.