Cerita Ketua Yayasan di Bali Rawat 9 Bayi yang Dibuang Orang Tua Selama Pandemi
ยทwaktu baca 3 menit

Warga Bali dihebohkan dengan dua kasus penemuan bayi pada akhir Maret 2022 lalu. Pertama bayi ditemukan di sebuah selokan di Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, Minggu (27/3), sekitar pukul 06.30 WITA. Bayi ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kasus lainnya adalah di tumpukan sampah di Jalan Tibung Sari, Kelurahan Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Senin (28/3) sekitar pukul 20.30 WITA.
Salah satu yayasan yang merawat bayi telantar, Yayasan Sayangi Bali mencatat, ada sembilan bayi yang dititipkan oleh Dinas Sosial Provinsi Bali kepada mereka dalam dua tahun terakhir.
Bayi-bayi tersebut diduga tak diinginkan, dan dibuang oleh orang tuanya. Mereka ditemukan di tempat pembuangan sampah dan di pinggir jalan oleh warga. Ada juga yang ditinggalkan di rumah sakit.
"Menurut saya kalau dilihat dari pemberitaan sih cukup banyak bayi telantar (selama pandemi COVID-19) di yayasan kami sendiri. Dua tahun ini menampung sembilan bayi. Belum lagi yayasan lain," kata Ketua Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Wirata saat ditemui, Jumat (1/4).
Bayi-bayi tersebut paling kecil usia lima hari dan paling besar usia setahun. Dewa mengatakan, mereka dirawat oleh sembilan perawat secara bergantian selama 24 jam.
"Merawat bayi ini tidak mudah dan harus selalu dalam pengawasan perawat," kata bapak tiga anak ini.
Dewa mengatakan, total bayi yang dirawat sejak yayasan itu berdiri pada tahun 2012 mencapai 57 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 45 anak telah diadopsi oleh orang tua angkat dan 12 anak lainnya masih dititipkan di yayasan yang terletak di Jalan Subak Dalem, Gatsu Tengah, Denpasar, Bali.
"Kita total masih merawat 12 orang anak atau bayi. Tiga anak cacat usia 8, 7, dan 1 tahun. Ditambah 9 bayi yang dititip selama pandemi (corona) tadi," kata dia.
Dewa mengandalkan uang dari para donatur untuk merawat bayi dan anak telantar tersebut. Dewa memastikan bayi dan anak tersebut dirawat dengan baik.
Ia mengatakan, membeli seluruh kebutuhan anak dan bayi dengan kualitas tinggi. Ia memasang CCTV di setiap ruang perawatan bayi untuk mencegah hal yang tak diinginkan terjadi.
Selain itu, sembilan pengasuh bayi merupakan lulusan perawat dan digaji sesuai dengan keahlian mereka. Ia bersyukur sejak berdiri kebutuhan bayi dan anak serta mengaji sembilan tenaga perawat tercukupi.
"Kita berharap para orang tua tidak menelantarkan anak mereka, saya yakin ada cara untuk merawat anak. Kita sangat berharap jangan ada bayi yang dititipkan lagi karena merawat sembilan bayi ini tidak mudah," kata dia.
Ia menambahkan, kepolisian masih mencari orang tua para bayi tersebut. Bayi bisa diserahkan kepada orang tua apabila kasus hukumnya telah inkrah atau keluarga orang tua apabila dipastikan mampu secara ekonomi.
Bayi dan anak bisa diadopsi orang tua angkat apabila telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan dinas sosial dan ada surat rekomendasi dari kepolisian.
