Cerita Pemilik Rumah di Sleman Alami 'Kebakaran Misterius'

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mutviana (29) penghuni rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, yang 51 kebakaran secara misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mutviana (29) penghuni rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, yang 51 kebakaran secara misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Mutviana (29 tahun) pemilik rumah yang 51 kali terbakar misterius di Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, menceritakan pengalamannya sebelum sumber api tersebut diketahui.

Ia mengaku awalnya tak mencium bau menyengat. Namun, setelah mereka menyedot septic tank, muncul bau samar seperti gas. Ini membuat mereka mengalami pusing hingga mual.

"Tapi di lokasi tersebut itu 5 menit aja itu sudah pusing, mual sama mata perih," kata Mutvi kepada wartawan.

Mutvi mengatakan, dalam sepekan sejak Sabtu (23/5) hingga sekarang sudah ada 54 sampai 55 kali kemunculan api di rumahnya dengan waktu yang tidak menentu.

"Kalau enggak salah 54-55 kali dari awal kejadian. Ini kita dari Sabtu ke Sabtu, 1 minggu," ucapnya.

Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Jamnya pun juga random. Pagi pernah, siang pernah, sore pernah, malam juga pernah, jadi enggak di jam-jam tertentu," tambahnya.

Api-api misterius itu membakar sejumlah isi rumah. Mutvi menganggap kejadian ini sebagai bencana yang tak terduga.

"Yang berbahan plastik, yang berbahan kain, yang mudah terbakar lah. Sedih pasti, capek pasti, tapi ini dikatakan bencana ya sudah pilihannya hanya ikhlas," katanya.

Dengan kejadian tersebut, Mutvi pun harus mengungsi ke rumah sebelahnya untuk sementara waktu.

Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Kan kami sudah mengungsi ke rumah samping. Jadi ya sudah diupayakan untuk itu untuk pindah dari lokasi tempat munculnya gas," ujarnya.

Sumber Api Terungkap

Peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta hingga Universitas Gajah Mada (UGM) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY telah mendatangi rumahnya untuk mencari penyebab kemunculan api misterius itu.

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY menyebut, pemicu kebakaran bisa dari berbagai penyebab. Salah satunya gas metana dari septic tank.

"Fenomena munculnya titik api sporadis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor lingkungan, keberadaan material mudah terbakar, kemungkinan akumulasi gas organik dalam skala lokal, maupun faktor teknis non-geologi. Dalam hal ini, menurut pengamatan di lapangan, adanya akumulasi gas metana dari septic tank," terang Kepala Dinas PUPESDM DIY Anna Rina Herbranti, Sabtu (30/5).

Sementara, Dosen di Departemen Teknik Geologi UGM Sarju Winardi mengatakan, pihak kepolisian sudah mengukur kandungan gas di lokasi kejadian.

"Jadi, evidence-based yang paling kuat selama ini api terindikasi dengan keluarnya gas metana," katanya.