Cerita Pengendara Terjebak Macet 2,5 Jam di Tol Layang Japek

kumparanNEWSverified-green

comment
19
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemacetan di Tol Layang Japek.  Foto: Dok. Said Hafidh
zoom-in-whitePerbesar
Kemacetan di Tol Layang Japek. Foto: Dok. Said Hafidh

Kepadatan arus lalu lintas menyebabkan kemacetan panjang di Tol Layang (Elevated) Jakarta Cikampek (Japek). Berdasarkan informasi Jasa Marga pukul 11.00 WIB, kemacetan terjadi sepanjang 17 kilometer, mulai dari KM 31 hingga keluar Tol Layang Japek di KM 48.

Salah satu yang harus diingat masyarakat adalah Tol Layang Japek merupakan tol layang terpanjang di Indonesia --panjangnya mencapai 38 kilometer-- yang tidak memiliki tempat peristirahatan atau rest area. Lalu, gimana ya rasanya terjebak macet di tol tanpa pemberhentian tersebut?

Sejumlah kenderaan melewati Tol Layang Jakarta-Cikampek, Minggu (15/12). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Salah seorang pengendara sekaligus pengguna Tol Layang Japek membagikan pengalaman kepada kumparan terjebak macet di tol layang yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi itu. Said Hafidh bercerita, dia bersama istri dan anaknya terjebak macet di tol layang tersebut selama hampir 2,5 jam.

“Masuk dari tol layang sekitar jam 10.05 WIB, itu lancar sampai KM 23, lalu tersendat sedikit karena ada tabrakan dan ada yang berhenti di bahu jalan,” kata Said saat dihubungi kumparan, Sabtu (21/12).

“Saya baru keluar itu dari tol layang sekitar jam 12.20 WIB, jadi hampir sekitar 2,5 jam terjebak macet,” sambungnya lagi.

Foto Udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/12). Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Said mengaku selama kemacetan, rasa bosan memang tidak dapat dihindari. Sebab, Tol Layang Japek tidak menyediakan area berhenti untuk melepas penat. Namun, Said mencoba menghilangkan rasa bosan dengan mendengarkan musik dan mengobrol.

“Ya sambil dengerin musik saja, ngobrol-ngobrol. Sambil berhenti sesekali karena dan beberapa kendaraan yang mogok. Sekitar 5-6 kendaraan mogok, dan banyak yang berhenti di bahu jalan. Ada yang ganti ban juga,” ujar Said.

Kendaraan mogok di Tol Layang Japek. Foto: Dok. Said Hafidh

Said mengatakan dirinya bersama keluarganya hendak menghabiskan libur natal dan tahun baru di rumah keluarga di Bandung, Jawa Barat. Sebelum berangkat dari rumahnya di Bintaro, Said mengaku telah mengecek google maps terlebih dahulu.

Said merasa salah pilih jalan dengan melewati Tol Layang Japek. Dia tidak berekspektasi akan terjebak kemacetan selama 2,5 jam.

“Sebenarnya ya harus dinikmati saja. Cuman merasa salah pilih saja lewat sini (Tol layang Japek), kalau lewat bawah pastinya akan lebih banyak pilihan untuk berhenti,” kata Said.

“Lewat tol layang karena orang-orang bilang lewat sini lumayan lancar, jadi engga ada ekspektasi sebelumnya bakal macet kayak gini,” sambungnya lagi.

Kemacetan di Tol Layang Japek. Foto: Dok. Said Hafidh

Menurut Said, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab kemacetan di Tol Layang Japek. Mulai dari beberapa pengendara yang berhenti di baju jalan hingga jarak pintu keluar tol layang yang terlalu pendek.

“Pemisahannya kurang panjang, jadi kalau dibawah padat itu langsung numpuk dari atas dan dibawah. Jaraknya paling hanya 100 meter. Seharusnya dibuat lebih panjang jadi 1-2 kilometer,” kata Said.

Infografik Tol Layang Jakarta - Cikampek. Foto: Masayu Antarnusa/kumparan