Cerita Pengurus Masjid soal Uang Misterius di Kotak Amal
Uang infak 'misterius' yang ditemukan di kotak amal Masjid Masjid Al Jamaal, Karawang, Jawa Barat, mengundang tanda tanya. Siapa orang yang menyumbangkan uang dengan cara yang berbeda, yakni membungkus uang Rp 100 ribu dengan lembaran Rp 2 ribu atau Rp 5 ribu?
kumparan (kumparan.com) kemudian menemui pengurus Masjid Al Jamaal, Kusnanto, Jumat (11/8). Kami mengobrol santai di masjid ditemani oleh salah satu jemaah, Atarya Jaenudin. Kusnanto mengatakan uang infak seperti itu sudah ada sejak 2 tahun lalu, setiap hari Jumat.
Awalnya pada tahun 2015, seperti biasa usai salat Jumat dia bersama dengan jemaah masjid menghitung uang infak yang ada di dalam kotak. Ada uang pecahan seribu yang membuntal uang Rp 100 ribu.
"Awalnya yang pertama itu tahun 2015, dibungkus seribuan. Lalu berikutnya dibungkus dua ribuan, terus lima ribuan," kata Kusnanto.
Begitu juga dengan Jumat hari ini, ada uang infak ratusan ribu yang bungkus uang kecil. Bukan hanya satu, tetapi kali ini ada dua uang yang seperti itu.
"Hari ini rutin ada, cuma tambah yang biasanya Rp 100 ribu dibuntel pakai 2 ribuan, sekarang ada Rp 50 ribu dibuntel pake 5 ribuan," katanya.
Kusnanto mengaku hingga kini dia tetap tidak tahu siapa jemaah yang memberikan uang infaknya dengan cara yang berbeda. Dia berharap kebaikan dan sikap rendah hati jemaah itu bisa menjadi pelajaran untuk semua.
"Selama sekian tahun infak di sini sudah lebih berapa juta, kalau 1 tahun kurang lebih 54 minggu kali Rp 100 ribu itu sudah Rp 5,4 juta. Nah itu betul-bentul nggak kelihatan," ucapnya.
Dia berdoa agar dermawan yang menyumbang untuk masjid itu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah. Semoga langkah jemaah ini bisa menjadi contoh untuk yang lain.
"Mudah-mudahan rezeki beliau naik," doa Kusnanto.
Kabar soal uang infak ini menjadi ramai setelah salah satu jemaah di masjid, Jaenudin, mengunggah foto uang infak di akun Facebooknya dan mendapat banyak respons positif dari masyarakat.
Jaenudin mengetahui ada 'uang infak tak biasa' ini dari perbincangannya dengan jemaah masjid usai salat Jumat. Pengurus masjid memang biasa berbincang dengan jemaah sambil menghitung uang di kotak amal hasil sumbangan jemaah yang salat Jumat.
Junaedi terkesan dengan tindakan jemaah itu yang sengaja menyembunyikan uang amalnya. Dia lalu memotret dan membagikan foto uang tersebut ke media sosial sebagai pelajaran untuk dirinya sendiri agar selalu rendah hati dan jangan sombong.
"Saya mendoakan semoga Hamba Allah ini istiqomah dalam beramal, istiqomah dalam menjaga niatnya, keluarganya diberikan kesehatan, rezekinya berkah dan melimpah," ucap Junaedi.
Dia berharap dengan ramainya kabar ini tidak membuat jemaah tersebut terganggu atau merasa tidak nyaman. Junaedi berharap apa yang dilakukan jemaah itu bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.
"Jikalau berita ini dinilai negatif, saya sampaikan permohonan maaf kepada bapak atau mas atau Hamba Allah. Jikalau berita ini menginspirasi banyak orang dan mengikuti cara berinfak ini, semoga kebaikannya mengalir untuk beliau dan keluarganya," katanya.
