Cerita Penumpang SQ Turbulensi: Pesawat 'Jatuh', Orang-orang Teriak Kesakitan

22 Mei 2024 11:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kondisi di dalam pesawat Singapore Airlines penerbangan SQ321 setelah pendaratan darurat akibat turbulensi, di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, Selasa (21/5/2024). Foto: Stringer/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi di dalam pesawat Singapore Airlines penerbangan SQ321 setelah pendaratan darurat akibat turbulensi, di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, Selasa (21/5/2024). Foto: Stringer/Reuters
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Lebih dari 140 penumpang dan awak pesawat Singapore Airlines yang mengalami turbulensi hebat tiba di Singapura dengan penerbangan bantuan pada Rabu (22/5) pagi.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pesawat Boeing 777-300ER dengan rute London-Singapura mendarat darurat di Bangkok, Thailand, setelah mengalami turbulensi, Senin (20/5).
Insiden tersebut mengakibatkan puluhan orang terluka dan satu orang tewas. Para penumpang mengaku sangat terguncang akibat bencana itu.
Dikutip dari Reuters, seorang penumpang asal Inggris berusia 73 tahun meninggal dunia, diduga karena serangan jantung. Sedikitnya 30 orang terluka, dengan tujuh di antaranya mengalami luka berat di kepala.
Seorang penumpang asal Inggris lainnya, Andrew Davies, menceritakan situasi di dalam pesawat kepada Radio 5 BBC.
"Pesawat tiba-tiba 'jatuh' [dengan] sedikit peringatan. Saya melihat seorang wanita dengan luka parah di kepalanya, sementara yang lain terdengar berteriak kesakitan," tutur Davies, seperti dikutip dari BBC.
“Saya melihat orang-orang dari seberang lorong bergerak secara horizontal, membentur langit-langit (panel dan kabin) dan mendarat dengan posisi yang sangat canggung. Orang-orang mendapat luka parah di kepala, gegar otak,” ungkap penumpang lain kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
Foto-foto dari dalam pesawat menunjukkan kabin yang rusak, masker oksigen dan panel yang tergantung dari langit-langit, hingga bagasi yang berserakan. Beberapa penumpang diduga mengalami benturan kepala hingga merusak panel di atas kursi mereka.
Kondisi interior pesawat Singapore Airlines penerbangan SQ321 setelah pendaratan darurat akibat turbulensi, di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, Selasa (21/5/2024). Foto: Stringer/Reuters
Singapore Airlines telah mengirimkan penerbangan bantuan dari Bangkok untuk membawa 131 penumpang dan 12 awak. Mereka tiba di Singapura sebelum pukul 5 pagi waktu setempat, Rabu (22/5).
Pada penerbangan SQ321 yang mengalami turbulensi, terdapat 211 penumpang dan 18 awak kabin. Penumpang yang terluka beserta keluarganya tetap tinggal di Bangkok untuk mendapatkan perawatan.
Meskipun maskapai menyatakan ada 30 orang terluka, Rumah Sakit Samitivej di Thailand melaporkan bahwa mereka merawat 71 penumpang.