Cerita Ridwan Kamil Disuntik Vaksin Corona: Tak Demam dan Bengkak, Hanya Ngantuk

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil mengisahkan pengalamannya disuntik vaksin corona saat masih proses uji klinis beberapa waktu lalu. Menurut Emil, ukuran jarum suntik yang digunakan dalam proses vaksinasi lebih besar dibanding jarum yang digunakan untuk mengambil darah. Akibatnya, akan terasa linu selama sekitar satu jam pada bagian otot.
"Buat para bapak-bapak yang mengikuti dan nanti akan divaksin saya laporkan jarumnya itu enggak kecil, beda dengan jarum yang dipakai ngambil darah. Jadi agak lumayan linu satu jam di otot (tangan) kanan atau kiri sesuai kebiasaan," kata dia dalam diskusi Polemik Trijaya "Kesiapan Daerah Hadapi PPKM" di akun YouTube MNC Trijaya, Sabtu (9/1).
Diketahui, Emil menjadi satu dari ribuan relawan yang sudah mengikuti uji klinis tahap tiga vaksin Sinovac. Selain terasa linu, efek lainnya ialah munculnya rasa kantuk di tiga hari pasca penyuntikan. Dia memastikan, tak ada efek berupa demam atau bengkak sebagaimana yang acap kali diwacanakan.
"Kedua, efek di saya tiga hari ngantuk di hari-hari berikutnya, dugaan bahwa terjadi panas atau demam bengkak atau berubah jadi Spiderman tidak ada, hanya mitos saja," ucap dia.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, menurut Emil, di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi yang bakal melawan virus. Dia berharap antibodi serupa nantinya dapat muncul di tubuh seluruh warga Indonesia yang telah disuntik vaksin.
"Jadi di tubuh saya ini, Insya Allah beritanya bagus, sudah muncul antibodi di tubuh saya ini sehingga tubuh saya ini bisa melawan kalau ada virus masuk ke tubuh saya," tutur dia.
