Chauvin dan George Floyd Ternyata Saling Kenal, Bersitegang saat Kerja di Kelab

Kematian George Floyd meninggalkan luka mendalam, terutama bagi warga kulit hitam Amerika Serikat. Nama Derek Chauvin pun berada di dalam pusaran peristiwa yang membangkitkan demonstrasi besar-besaran itu.
Chauvin tak lain merupakan polisi Minneapolis yang menindih leher Floyd dengan lututnya ketika melakukan penangkapan. Akibatnya, Floyd tak bisa bernapas hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sebelum sampai rumah sakit.
Saat ini, Chauvin sudah meringkuk di tahanan dengan tuduhan melakukan pembunuhan tingkat dua. Sementara, tiga polisi lainnya didakwa bersekongkol dan membantu melakukan pembunuhan tingkat dua.
Setelah kematian Floyd, beredar kabar bahwa Chauvin sejatinya mengenal pria 46 tahun itu. Keduanya diketahui pernah bekerja sebagai keamanan di kelab malam yang sama yaitu El Nuevo Rodeo.
Kabar tersebut dikonfirmasi kebenarannya oleh David Pinney yang merupakan mantan rekan kerja Chauvin dan Floyd. Menurutnya, tak hanya saling mengenal, keduanya juga beberapa kali bersitegang.
“Mereka kerap bersitegang. Itu karena Derek sangat agresif terhadap beberapa pelanggan,” ujar Pinney ketika diwawancarai CBS News, Rabu (10/6).
Keluarga George Floyd meyakini insiden penangkapan yang terjadi pada 25 Mei lalu merupakan bagian dari masalah pribadi. Pengacara mereka bahkan meminta Chauvin dijatuhi hukuman pembunuhan tingkat satu karena yakin dia kenal dengan Floyd.
“Dia (Chauvin) mengenal George dengan cukup baik,” kata Pinney.
Pemilik El Nuevo Rodeo, Maya Santamaria, mengatakan Chauvin bekerja di tempat miliknya sebagai keamanan selama 17 tahun dengan khusus menjaga area luar. Sedangkan, Floyd bekerja di dalam kelab.
Menurutnya, Chauvin dan Floyd bekerja bersama pada Selasa malam. Pasalnya, ketika itu kelab miliknya biasa mengadakan kompetisi dansa mingguan yang cukup terkenal.
Santamaria juga membenarkan keterangan Pinney terkait sikap agresif Chauvin ketika menghadapi masalah dengan pelanggan kulit hitam.
“Saya pikir dia (Chauvin) takut dan terintimidasi (dengan pelanggan kulit hitam),” kata Santamaria.
George Floyd telah dimakamkan pada Selasa (9/6) malam waktu setempat di kampung halamannya, Houston. Dia meninggalkan seorang kekasih dan seorang anak perempuan berusia 6 tahun.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
