China Diduga Bakar Dokumen Kamp Rahasia Xinjiang

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kamp penjara Uighur di Dabancheng, Xinjiang. Foto: Reuters/ Thomas Peter
zoom-in-whitePerbesar
Kamp penjara Uighur di Dabancheng, Xinjiang. Foto: Reuters/ Thomas Peter

Pemerintah Daerah Xinjiang diduga memusnahkan dokumen mengenai kamp penahanan massal warga Muslim Uighur.

Bukan cuma memusnahkan, mereka turut memperketat kontrol informasi mengadakan pertemuan rahasia membahas kebocoran dokumen rahasia mengenai kamp konsentrasi Xinjiang. Dokumen itu dibocorkan oleh media Amerika Serikat, New York Times.

Kantor berita Associated Press yang mengutip keterangan sejumlah sumber, pertemuan rahasia tingkat tinggi dilaksanakan di markas besar Partai Komunis China Wilayah Urumqi.

Potret penghuni kamp vokasi di Xinjiang, China. Foto: Marcia Audita/kumparan

Sementara itu, informasi dari tiga warga Uighur yang tinggal di luar Xinjiang, pejabat tinggi di wilayah itu diperintahkan langsung oleh membakar sejumlah dokumen. Dokumen tersebut berisi data pribadi dan status penahanan warga Uighur dan Muslim lainnya.

Mereka juga diminta membuang beberapa komputer, memperketat pengelolaan informasi rahasia, dan memutus internet pada penyimpanan basis data.

"Mereka kini lebih serius soal pemberian informasi," sebut salah seorang warga Uighur yang identitasnya dirahasiakan.

Warga Uighur itu turut mengatakan, bahwa Beijing semakin menekan pemerintah daerah di Xinjiang demi membatasi informasi.

Sejumlah guru dan universitas bahkan pekerja di wilayah Urumqi, Xinjiang, telah diperintahkan membersihkan data di komputer, ponsel, cloud, serta menghapus grup chat soal pekerjaan.

Sampai saat ini, pemerintah Xinjiang belum memberikan keterangan mengenai pembakaran dokumen rahasia tersebut.