Christiano, Penabrak Mahasiswa UGM Gemar Ganti Pelat Nopol Palsu: Buat Gaya
·waktu baca 2 menit

Polisi membeberkan, Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan (21), mahasiswa IUP FEB UGM pengemudi BMW yang menabrak Argo Ericko Achfandi mahasiswa fakultas Hukum UGM hingga tewas ternyata gemar gonta-ganti pelat mobil menggunakan pelat palsu.
Bahkan, Christiano yang sudah ditetapkan tersangka ini mempunyai 4 pelat nomor berbeda.
"Hasil kita periksa ternyata di dalam mobil itu juga ada empat pelat nomer yang berbeda," kata Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, di kantornya, Jumat (30/5).
Pengakuannya kepada polisi, Christiano mengganti pelat nomor untuk bergaya.
"Hasil pemeriksaan dari pelaku, pelaku pengemudi mobil itu memang beberapa waktu dia ganti pelat dan motifnya adalah supaya bergaya. Untuk gaya," katanya.
Penggunaan pelat palsu ini dilarang. Menurut Edy, akan ada pasal baru yang nanti diterapkan kepada Christiano.
"Ya nanti ada, kita pasti terapkan itu. Itu nanti perkara berbeda ditangani di Reskrim," jelasnya.
Saat tabrakan pada 24 Mei dini hari di Jalan Palagan, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Christiano menggunakan pelat palsu. Dari pelat asilnya B ke pelat F.
Saat mobil diletakkan di Polsek Ngaglik sebagai barang bukti, ada orang berinisial IV yang mengganti pelat nomor palsu ke pelat asli tanpa sepengetahuan petugas kepolisian.
Pelaku yang berinisial IV (sebelumnya ditulis IF), disuruh oleh WI dan NR. Dua orang penyuruh ini merupakan pimpinan IV di salah satu perusahaan swasta.
"Jadi, hasil pemeriksaan, mengganti pelat nomor itu, kalau hasil dari IV menyampaikan bahwa pelat nomor itu diganti sesuai dengan aslinya di STNK, pelat B itu," katanya.
Di media sosial juga sempat tampak mobil BMW putih ini menggunakan plat nomor S 3 X.
