Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Pangkalan AS Akibat Serangan Iran

Citra satelit menunjukkan kerusakan bangunan di Pangkalan Militer Amerika Serikat akibat serangan Iran pada Rabu dini hari (8/1). Serangan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa, namun menimbulkan kerugian material.
Dalam citra satelit milik perusahaan Planet Labs yang diperoleh Reuters, Kamis (9/1), terlihat tujuh bangunan hancur di pangkalan militer Ain al-Asad. Pangkalan militer itu adalah rumah bagi para personel AS yang tergabung dalam koalisi militer Barat melawan ISIS.
Tiga dari bangunan yang hancur diduga adalah hanggar perawatan jet tempur. Beberapa bangunan yang dihantam rudal benar-benar hancur seluruhnya, musnah dari peta. Beberapa bangunan tersisa rangkanya saja.
"Mereka menghancurkan sisi Amerika di pangkalan tersebut. Mereka sengaja mengincarnya, dan mereka benar-benar menghancurkannya," kata Jeffrey Lewis pengamat dari Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California.
Serangan Iran adalah pembalasan atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin Pasukan Quds, dan Abu Mahdi al-Muhandis, komandan milisi Syiah Hashed al-Shaabi yang disokong Iran.
Tidak ada yang tewas dalam serangan Iran tersebut. Menurut sumber intelijen pemerintahan AS dan Eropa kepada media, Iran sengaja tidak ingin serangannya memakan korban jiwa.
AS beralasan pembunuhan Soleimani dilakukan untuk mencegah serangan terhadap fasilitas mereka di Irak. Pemerintah Iran mengancam akan membalas dendam atas pembunuhan tersebut.
Ancaman pembalasan juga datang dari kelompok milisi Syiah Irak, salah satunya dari Harakat al-Nujaba, salah satu cabang Hashed.
"Kepada tentara Amerika: Jangan pejamkan mata kalian. Pembalasan atas Muhandis yang Syahid akan datang dari tangan orang Irak -- sampai tentara terakhir kalian pergi," kata Harakat dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.
