Coding Bakal Diajarkan di SD, Mendikdasmen Mu’ti Sebut Guru-guru Akan Dilatih

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kanan) bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat (kiri) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kanan) bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat (kiri) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut akan memberikan pelatihan terhadap guru-guru untuk mata pelajaran (Mapel) coding.

Coding ini menjadi mata pelajaran pilihan yang bisa dipilih siswa mulai kelas 5 SD.

Ia menyadari bahwa belum semua sekolah di Indonesia memiliki sarana dan prasarana maupun tenaga pengajar yang mumpuni untuk mengajarkan mata pelajaran itu. Coding adalah pelajaran tentang pemrogaman.

Oleh karena itu, ia menyebut pelatihan guru untuk mapel coding ini akan dilakukan secara bertahap.

“Sifatnya dari pelatihan ini adalah pelatihan yang bertahap tidak bisa kita melatih guru yang jumlahnya jutaan itu dalam waktu satu tahun, bertahap dan kita bermitra dengan banyak pihak,” kata Mu’ti kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/8).

Mu’ti menyebutkan pelatihan coding bagi guru-guru itu bisa dilakukan mandiri maupun melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Menurutnya, pelatihan coding untuk guru tidak akan memberatkan.

“Yang memang tidak mandiri bisa dari dana BOS. Dan itu ada peruntukan dana BOS untuk pelatihan-pelatihan itu ada. Jadi tidak ada sesuatu yang dianggap membebani guru,” tuturnya.

Coding dan AI itu kan sebenarnya tidak sama sekali baru karena banyak juga sekolah-sekolah swasta yang sudah menerapkan coding dan AI. Bahkan beberapa sekolah swasta itu Coding-nya mulai kelas 1 SD, nah kami ini kan baru terapkan mulai kelas 5 SD,” imbuhnya.

Dalam rapat kerja (Raker) Komisi X DPR RI bersama Kemendikdasmen pada Selasa ini, anggota Komisi X dari fraksi PDIP Bonnie Triyana mempertanyakan kesiapan pengajar untuk mata pelajaran coding yang jadi mata pelajaran "sunah” itu.

“Ini juga saya menemukan persoalan misalkan karena ini kan ahlinya, itu nggak ada guru sebetulnya, yang saya temukan misalnya, guru matematik diminta untuk bisa menjadi guru coding, diikutkan pelatihan seminggu tapi nggak diajarin skill,” tutur Bonnie di dalam rapat itu.

“Bagaimana pihak Kemendikdasmen ini bisa mencari solusi sehingga apa yang diprogramkan pemerintah untuk pendidikan coding, kemudian AI itu tidak seperti dipaksakan dengan keterbatasan sumber daya guru yang ada,” sambungnya.