Corona Delta Masih yang Paling Mengkhawatirkan, Lebih Cepat Timbulkan Gejala

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan varian Corona Delta terungkap. Foto: Dok. Jason Roberts/VIDRL - Doherty Institute, 2021
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan varian Corona Delta terungkap. Foto: Dok. Jason Roberts/VIDRL - Doherty Institute, 2021

WHO sampai saat ini masih mengklasifikasikan Delta sebagai varian corona paling mengkhawatirkan. Meski sejumlah varian baru seperti varian Mu sudah muncul.

Varian Delta telah terbukti mampu meningkatkan penularan dan menyebabkan penyakit yang lebih parah. Bahkan mengurangi manfaat vaksin dan perawatan.

Dikutip dari Reuters, Kamis (9/9), seorang ahli virologi di La Jolla Institute for Immunology di San Diego, California, AS, Shane Crotty, mengatakan "kekuatan super" Delta adalah kemampuan menularnya.

Beberapa penelitian AS menunjukkan bahwa viral load pada individu yang divaksinasi yang terinfeksi Delta setara dengan mereka yang tidak divaksinasi

"Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan," kata Shane.

Bahkan peneliti China menemukan bahwa orang yang terinfeksi Delta membawa virus 1.260 kali lebih banyak di hidung mereka dibandingkan dengan versi asli virus corona.

Selain itu, coronavirus asli yang pertama muncul di Wuhan membutuhkan waktu hingga tujuh hari untuk menyebabkan gejala.

Sementara Delta dapat menyebabkan gejala dua hingga tiga hari lebih cepat. Memberi sistem kekebalan lebih sedikit waktu untuk merespons dan meningkatkan pertahanan.