Cuaca Ekstrem, Kapal Basarnas Gagal Berangkat ke Lokasi Pencarian Sriwijaya Air

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/1). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/1). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Kapal Basarnas KN SAR Karna berangkat meninggalkan dermaga JICT yang jadi posko evakuasi Sriwijaya AIR SJ 182. Kapal yang mengangkut tenaga medis tersebut berlayar pada Rabu (13/1) pukul 09.30 WIB.

Namun, baru sekitar 20 menit kapal harus kembali ke dermaga karena cuaca buruk.

"Baru sampai mulut kolam kita terpaksa harus balik kanan karena cuacanya dapat informasi di lokasi cuaca ekstrem sampai 2,5 meter tinggi gelombang dan kami keluar 1,5 meter tinggi gelombang," kata Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Abdul Haris Achadi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/1).

Suasana di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/1). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Haris menjelaskan, tenaga medis sengaja dikirim untuk melakukan swab test antigen kepada tim SAR Sriwijaya Air yang masih berada di lokasi kejadian. Ada satu dokter dan empat perawat yang ikut dalam rombongan di KN SAR Karna.

kumparan post embed

"Kami membawa tenaga medis karena kami berencana melakukan swab di lokasi supaya sekarang ini kan suasana pandemi supaya tim rescue kita sehat dan siap," kata Haris.

Tidak hanya tim medis, di kapal berwarna putih-oranye itu Basarnas juga mengangkut penyelam, relawan, media dan anggota Komisi V DPR dari PDIP Sadarestuwati. Mereka semua terpaksa harus turun dari kapal.

Cuaca yang buruk juga membuat pencarian di lokasi kejadian dihentikan untuk sementara.