Cucun: Satgas Polda Jabar Kejar Pelaku, DPR-KemenPPPA Dampingi Korban Penyekapan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan Komisi VIII DPR bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) akan turun langsung mendampingi YTR (29), korban kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung hingga kondisinya benar-benar pulih, termasuk pemulihan trauma.

Cucun mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait penanganan kasus tersebut. Ia menyebut kepolisian telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengejar Taufik Hidayat (30), tersangka yang kini berstatus buron.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolda dan Direktur PPA ya di Jawa Barat. Ini merupakan satu kejadian yang menjadi pembelajaran bagi kita. Langsung Pak Kapolda membuat satgas untuk pengejaran pelaku,” ungkap Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).

Cucun mengimbau masyarakat agar tidak bungkam apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan.

“Dan ini kita mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa bagaimana muncul keamanan ketertiban ini dari masyarakat sendiri,” tutur Cucun.

“Kalau terjadi hal-hal seperti itu, jangan bungkam, jangan diam, sampaikan kepada pihak kepolisian supaya bisa ditindak secepatnya,” sambungnya.

Ia menyebut kasus kekerasan dalam penyekapan sering kali tidak terungkap karena adanya rasa takut korban maupun keluarga akibat ancaman pelaku.

“Ini karena ada hal-hal yang hidden, ketakutan karena ancaman atau apa pun, sehingga si korban ini enggak berani untuk melaporkan ataupun keluarganya,” ujarnya.

Meski demikian, Cucun menegaskan kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan optimistis dapat segera menangkapnya.

“Percayakan, dalam waktu beberapa jam ini dari tadi, terus kami koordinasi dengan Pak Kapolda, akan segera mengejar pelaku penyekapan ini ya,” katanya.

Terkait pendampingan korban, Cucun memastikan DPR bersama KemenPPPA dan Komisi VIII akan turun langsung ke lapangan.

“Oh, jelas. Itu nanti PPA, kemudian juga Kementerian PPPA sudah tadi dengan Komisi VIII, kami akan turun juga di Jawa Barat ya, di Kabupaten Bandung, itu di Rancaekek menemui, sekaligus sampai kapan kembali lagi itu si korban bisa pulih, ada trauma healing-nya,” jelasnya.

Selain itu, Cucun juga meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya yang menyebabkan korban mengalami luka serius serta trauma mendalam.

“Harus ada tindakan tegas bagi pelaku penyekapan dan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius dan trauma. Apa yang dilakukan pelaku merupakan bentuk perampasan kebebasan individu,” kata Cucun.

Minta Pelaku Segera Ditangkap

Ia juga mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta segera menangkap pelaku yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Segera tangkap pelaku yang saat ini DPO. Polisi juga harus mampu mengusut tuntas kasus tersebut, dan memberikan hukuman berat kepada pelaku karena perbuatannya sangat keji,” tegas dia.

“Insiden ini juga merupakan bentuk pelanggaran HAM berat yang ancaman hukumannya tidak main-main,” sambungnya.

Cucun menegaskan pentingnya pemulihan korban secara menyeluruh, tidak hanya medis tetapi juga psikologis.

“Selain perawatan dari sisi medis, penting juga ada rehabilitasi dari sisi psikologi karena penyekapan dan kekerasan yang dialami korban dapat menimbulkan trauma. Pendampingan kesehatan dan psikologi harus tuntas sampai korban kembali pulih,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi publik terkait relasi tidak sehat agar kasus serupa bisa dicegah sejak dini.

“Mulai dari kontrol yang berlebihan, pembatasan kebebasan individu, hingga bentuk-bentuk manipulasi yang secara perlahan menghilangkan kemampuan korban untuk mempertahankan hak dan martabatnya,” katanya.

Cucun mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam relasi personal.

“Kepedulian bukan hanya milik keluarga dan orang-orang terdekat saja. Sebagai manusia sosial yang hidup secara majemuk, kepekaan lingkungan juga sangat penting untuk sama-sama saling menjaga,” tutup dia.