Curhat Bupati Bogor soal Penataan Puncak: Atasi Macet, Ingin Jadi Wisata Dunia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan melintasI jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/5). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan melintasI jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/5). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto

Kawasan Puncak, Bogor, selama ini menjadi alternatif tempat wisata bagi masyarakat Jabodetabek untuk sekadar melepas penat. Namun persoalannya, macet di jalur Puncak telah menjadi 'penyakit lama' bagi kawasan wisata ini, khususnya saat akhir pekan.

Pemkab Bogor pun mulai menata kawasan Puncak. Bupati Bogor Ade Yasin menyebut kemacetan di jalur Puncak telah menyebabkan status kawasan Puncak sebagai salah satu destinasi wisata nasional justru dicabut.

Kepadatan kendaraan saat antre di jalur wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/6). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Curhat ini disampaikan Ade Yasin saat pertemuan dengan Badan Kerja Sama Antara Parlemen (BKSAP) DPR RI yang diwakili Fadli Zon di Ruang Serba Guna I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Jumat (3/9).

"Kami berharap, teman-teman di DPR RI bisa ikut menyuarakan agar Puncak bisa dijadikan national branding supaya bisa mendunia di kemudian hari," jelasnya dikutip dari Antara, Sabtu (4/9).

kumparan post embed

Menurut Ade Yasin, perhatian pemerintah pusat masih minim terhadap penataan kawasan Puncak. Padahal kata dia, kawasan ini berpotensi menjadi wisata dunia seperti Tanah Tinggi Genting, Malaysia.

"Puncak, kalau di-branding dengan baik bisa jadi wisata dunia. Bahkan bisa dibandingkan dengan Genting Island di Malaysia," ungkap Ade Yasin.

Kepadatan kendaraan saat antre di jalur wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Ade Yasin mengatakan, pembenahan dan penanganan persoalan macet di jalur Puncak mulai dilakukan dengan memberlakukan ganjil-genap, meski menimbulkan pro dan kontra. Ia berharap ada kebijakan khusus dari pemerintah pusat terkait penataan kawasan Puncak.

"Saya rasa perlu kebijakan khusus. Jadi pada satu sisi fungsi konservasi bisa berjalan karena kita ada hulu dan pariwisata juga bisa berjalan dengan baik," kata Ade Yasin.

Aturan ganjil genap di jalur Puncak. Foto: Polres Bogor

Puncak Digandrungi Wisatawan dari Negara Timur Tengah

Ketua BKSAP DPR Fadli Zon setuju dengan pernyataan Ade Yasin. Menurutnya, kawasan Puncak memiliki potensi perekonomian tinggi karena menjadi tempat wisata yang telah dikenal masyarakat internasional, terlebih wisatawan dari negara-negara Timur tengah.

"Tidak hanya dari masyarakat umum di Timur Tengah, tapi juga dari kalangan elitenya. Saya berkali-kali dari parlemen negara Timur Tengah itu melihat Puncak lebih terkenal dari Bali," kata Fadli Zon.

Bupati Bogor Ade Yasin (kanan) bersama Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021). Foto: M Fikri Setiawan/ANTARA

Legislator asal Kabupaten Bogor itu sepakat penataan kawasan Puncak perlu uluran tangan dari pemerintah pusat.

"Mungkin perlu ada perhatian dari pemerintah pusat, intervensi kebijakan yang tepat terhadap Puncak, karena ini potensinya sangat besar sekali," ujarnya.