Curhat Ojol saat Wabah Corona: Sepi Orderan hingga Hilang Motor

Nina Lestari (44) tiba-tiba menghentikan laju motornya. Perhatiannya tertuju pada seorang pengendara ojek online yang sedang memarkirkan motornya di pinggir jalan.
Driver itu sedang duduk dengan posisi kening disandarkan ke kepala motor. Hal itu yang membuat Nina penasaran.
Nina lantas menyapa sopir ojol itu. Sang driver cerita, ia belum mendapatkan orderan sejak pagi. Sementara saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB.
Bahkan, ia pun mengaku belum makan sejak pagi. Ia sedang menahan lapar saat Nina menyapanya.
Mengetahui hal itu, Nina langsung mengajak driver ojol laki-laki yang lebih tua darinya itu makan di sebuah warung.
"Saya suruh (dia) pulang udah malam, saya nanya dia sehat, dia enggak makan dari pagi, cuma minum air yang dia bawa," ujar Nina yang menceritakan kembali pengalamannya itu kepada kumparan, Jumat (3/4).
Nina tergerak hatinya karena ia pun seorang seorang Lady Grab alias ojol perempuan Grab. Ia menjadi ojol sejak 2016, usai suaminya meninggal.
Nina lantas bercerita, kondisi wabah corona memang membuat orderan menjadi sepi. Hari saat dia bertemu driver ojol yang sedang kelaparan itu, Nina hanya mendapat tiga orderan.
Uang yang didapatnya sekitar Rp 36 ribu setelah seharian beredar di jalanan.
Cerita rekan seperjuangannya di jalanan yang sedang sepi orderan selalu membuat Nina merasa sedih. Cerita semacam itu semakin sering ia temui saat ini, ketika virus corona mewabah.
Nina merasa sedih bukan karena ia tetap mendapat banyak orderan. Di sebuah grup facebook, Curhat Ojol, Nina bercerita kalau ia merindukan mendapat banyak orderan.
Ibu tiga anak itu mengontrak sebuah bangunan di daerah sekitar Polsek Sukmajaya, Depok. Dua anaknya telah tinggal mandiri.
"Saya suka nangis kalau lihat orang susah, padahal saya juga susah," ujar Nina.
Biasanya, Nina bisa membawa pulang uang Rp 300 ribu dalam sehari. Namun, saat COVID-19 mewabah, jumlah penghasilannya menurun. Nina berharap, pemerintah bisa menaruh perhatiannya kepada ojol.
"Saya sepertinya masih beruntung dari teman-teman saya, saya masih ada untung satu dua (orderan) dapat," imbuh Nina.
Sehari setelah Nina membagikan ceritanya, Sabtu (4/4), Nina kehilangan motor. Motornya raib dicuri di rumah kontrakannya sekitar pukul 04.00 WIB.
"Bentar lagi lunas. Capek banget bayarnya. Mau nangis enggak punya air mata lagi," ujar Nina.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
