Daftar Pemimpin Negara yang Diundang ke Pemakaman Ratu Elizabeth II, Siapa Saja?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratu Inggris Elizabeth II meninggalkan Istana Buckingham dalam perjalanan ke Istana Westminster untuk Pembukaan Parlemen Negara, di London, pada 3 Desember 2008. Foto: Adrian Dennis/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ratu Inggris Elizabeth II meninggalkan Istana Buckingham dalam perjalanan ke Istana Westminster untuk Pembukaan Parlemen Negara, di London, pada 3 Desember 2008. Foto: Adrian Dennis/AFP

Upacara pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II yang dijadwalkan pada Senin (19/9) mendatang akan menjadi salah satu pertemuan terbesar antar para bangsawan dan politikus lintas negara yang pernah diselenggarakan di Inggris.

Hal ini didorong oleh pencapaian serta pengabdian yang dilakukan oleh Elizabeth II semasa hidupnya.

Ia telah menjadi penguasa monarki Inggris selama 70 tahun usai menggantikan posisi sang ayah, George VI, pada Februari 1952. Di umurnya yang masih 25 tahun, Elizabeth II sudah menjadi pemimpin Negara Persemakmuran yang menaungi Inggris Raya, Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Pakistan, dan Sri Lanka.

Sementara selama akhir pekan, pihak Kerajaan Inggris telah menyebarkan undangan dan sekitar 500 kepala negara dunia serta pejabat asing diperkirakan akan hadir. Upacara pemakaman nantinya akan digelar di Westminster Abbey, gereja bersejarah berkapasitas sekitar 2.200 orang.

Disadur oleh kumparan dari berbagai sumber, berikut adalah informasi terkait siapa saja pemimpin dunia yang diundang dan siapa yang tidak.

Anggota Keluarga Kerajaan Eropa

Mendiang Ratu Elizabeth II memiliki banyak kerabat sedarah yang tersebar di seluruh Eropa. Secara otomatis, anggota kerajaan dari negara-negara dekat Inggris di Benua Biru dipastikan diundang dan akan hadir di upacara pemakaman sang ratu.

Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti diulosin dengan kain ulos Pinunsaan di Dusun Siambat, Sumatera Utara, Kamis (12/3). Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Raja Philippe dan Ratu Mathilde dari Belgia telah mengkonfirmasi kehadirannya. Begitu pula keluarga dari Kerajaan Belanda, yaitu Raja Willem-Alexander yang akan didampingi oleh istrinya, Ratu Maxima. Raja Felipe dan Ratu Letizia dari Spanyol juga telah menerima undangan, seperti halnya keluarga kerajaan Norwegia, Swedia, dan Demark.

Presiden Amerika Serikat

Gedung Putih telah mengkonfirmasi kehadiran Joe Biden dan first lady Jill Biden di upacara pemakaman Elizabeth II. Kabar itu juga sempat disampaikan langsung oleh Joe Biden pada Jumat (9/9).

Ratu Inggris Elizabeth II (kanan) menyapa Presiden AS Joe Biden dan Ibu Negara AS Jill Biden di mimbar di Quadrangle of Windsor Castle di Windsor barat London, Inggris, Minggu (13/6). Foto: Chris Jackson/POOL/AFP

“Saya masih belum tahu detailnya, tapi saya akan pergi,” kata Biden kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP.

Menurut laporan media, terdapat beberapa spekulasi yang menyebut mantan presiden dan ibu negara Amerika Serikat, terutama Barack dan Michelle Obama, kemungkinan menerima undangan personal dari Istana Buckingham.

Pemimpin Negara Anggota Persemakmuran

Sebelum mangkat pada pekan lalu, Elizabeth II masih menjadi kepala negara Inggris dan 14 negara Persemakmuran.

Negara-negara tersebut di antara lain, Antigua dan Barbuda, Australia, Bahama, Belize, Kanada, Grenada, Jamaika, Selandia Baru, Papua Nugini, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Kepulauan Solomon, Tuvalu, dan tentunya Inggris.

PM Selandia Baru Jacinda Ardern dan Ratu Elizabeth Foto: AFP/Dominic Lipinski

Para pemimpin dari seluruh negara Persemakmuran itu pun diundang dan diharapkan untuk hadir. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah menerima undangan, seperti halnya Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Sementara pemimpin dari negara bekas koloni Inggris, Perdana Menteri Bangladesh yang telah lama menjabat, Sheikh Hasina, dan Presiden baru Sri Lanka Ranil Wickremesinghe juga dilaporkan telah menerima undangan. Perdana Menteri India Narendra Modi belum mengkonfirmasi kehadirannya.

Pemimpin Negara Lain yang Dekat dengan Ratu Elizabeth II

Pemimpin dunia lainnya yang dikabarkan telah menerima undangan meliputi Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Presiden Italia Sergio Mattarella serta Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen.

Ratu Elizabeth II menghadiri Perjamuan Kenegaraan pada hari ke-2 dari Kunjungan Kenegaraan empat hari di Berlin, Jerman, pada 24 Juni 2015. Foto: Michael Ukas/Pool/Getty Images

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol dan Presiden Brazil Jair Bolsonaro juga telah mengkonfirmasi kehadiran mereka. Selain itu, Kaisar Jepang Naruhito beserta sang istri baru-baru ini mengatakan akan hadir, begitu pula dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Negara yang Tidak Diundang

Menurut laporan media, tidak ada perwakilan dari Rusia, Belarusia, atau Myanmar yang diundang ke upacara pemakaman Elizabeth II.

Inggris telah secara signifikan mengurangi intensitas hubungan diplomatiknya dengan Myanmar sejak kudeta militer merenggut pemerintahan itu pada Februari 2021 lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan para pemimpin parlemen di Moskow, Rusia. Foto: Sputnik/Aleksey Nikolskyi/Kremlin via REUTERS

Meski Presiden Rusia Vladimir Putin langsung mengirimkan pesan belasungkawa yang hangat usai Elizabeth II mangkat, namun ia tidak diundang oleh Kerajaan Inggris.

“Yang Mulia. Terimalah belasungkawa kami yang terdalam atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Saya berharap Anda memiliki keberanian dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan yang berat dan tidak tergantikan ini,” ungkap Putin dalam pesannya, seperti dikabarkan oleh Kedutaan Besar Rusia di London, Jumat (9/9).

X post embed

Baik Rusia dan Belarusia masih menempatkan kantor kedutaan besarnya di London, meski hubungan diplomatik antara kedua negara pecahan Uni Soviet itu merenggang dengan Inggris akibat serangan militer Rusia di Ukraina.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko kala itu berperan dalam mendorong pengerahan pasukan Rusia masuk ke perbatasan Ukraina. Akses Putin dan Lukashenko untuk bepergian ke kawasan Eropa juga dibatasi sebagai bagian dari sanksi yang dikenakan Barat sejak invasi Rusia berlangsung.