Dalam 3 Hari, 67 Orang Tewas akibat Serangan Drone di Sudan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap mengepul di atas gedung-gedung di Khartoum pada 1 Mei 2023 saat bentrokan mematikan selama konflik. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul di atas gedung-gedung di Khartoum pada 1 Mei 2023 saat bentrokan mematikan selama konflik. Foto: AFP

Serangan drone terjadi dalam 3 hari terakhir di Sudan, mulai dari Jumat (29/5) sampai Minggu (31/5). Laporan dari kelompok HAM dan advokasi masyarakat sipil lokal menyebut, setidaknya ada 8 anak dan 2 perempuan tewas dalam serangan yang terjadi di desa Kadam, negara bagian Kordofan Barat.

"Para korban lalu melarikan diri dari Abu Kershola, Kordofan Selatan ke Kadam. Mereka diserang saat ada di jalur pengungsian mereka, di Kordofan Barat," kata The Emergency Lawyers, kelompok advokasi yang mendokumentasikan konflik Sudan, dilansir AFP, Senin (1/6).

Kelompok itu menjelaskan, wilayah Kordofan Barat saat ini berada di bawah kendali Rapid Support Forces (RSF).

The Emergency Lawyers tidak menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tapi, serangan ini terjadi di wilayah sipil yang tak ada aktivitas operasi militer apa pun.

Sementara pemimpin suku-suku lokal di Kordofan Utara menceritakan kepada AFP, ada 57 warganya yang tewas dalam serangan drone pada Jumat (29/6), di desa Al-Murra, suatu kawasan yang diperebutkan Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF. Si pimpinan lokal ini menyebut, RSF yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, serangan drone di Sudan memang meningkat. Dua pihak yang bertikai, yakni RSF dan pemerintah terus menggunakan cara-cara ini.

Kepala Badan Kemanusiaan PBB (OCHA), Tom Fletcher, menyebut sudah ada 700 warga sipil tewas akibat serangan drone ini dalam 3 bulan pertama di 2026.

Jika diakumulasi selama 4 tahun konflik yang tak berkesudahan ini, RSF telah menewaskan 200.000 warga, dan membuat 11 juta orang lainnya mengungsi. Konflik juga mengakibatkan jutaan orang lainnya terancam bahaya kelaparan.