Dari Isu Kesehatan hingga Ekowisata, Cerita Anak Muda yang Lakukan Aksi Nyata

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak muda yang melakukan aksi nyata untuk sekitar. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak muda yang melakukan aksi nyata untuk sekitar. Foto: Shutterstock.

Perubahan sosial sering kali dianggap sebagai sesuatu yang besar dan sukar dilakukan. Padahal banyak perubahan nyata justru berawal dari hal sederhana, seperti kepedulian terhadap masalah di sekitar kita.

Hal itulah yang terlihat dari perjalanan Triana Rahmawati di Surakarta dan Ritno Kurniawan di Sumatera Barat. Keduanya bergerak di bidang berbeda, mulai dari kesehatan jiwa hingga ekowisata berbasis masyarakat, tetapi memiliki kesamaan dalam satu hal: mereka memilih untuk tidak tinggal diam ketika melihat masalah di sekitarnya.

Menghapus Stigma, Menguatkan Sesama

Bagi Triana Rahmawati, semuanya bermula dari pengalaman sederhana saat dirinya masih duduk di bangku kuliah pada 2012. Saat sedang menunggu azan magrib di sebuah angkringan di Surakarta, ia bertemu dengan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) yang datang dan mengumandangkan azan.

Ketika orang-orang di sekitar memilih menjauh karena takut dan panik, Triana justru mendekat dan menawarkan segelas teh. Momen itu kemudian menjadi titik balik yang membuatnya mulai tertarik memahami isu kesehatan jiwa lebih dalam.

Triana Rahmawati Foto: Maharani Sagita/kumparan

Bersama dua sahabatnya, Febri dan Wulan, lulusan S2 Sosiologi Universitas Sebelas Maret tersebut kemudian menjadi sukarelawan pendamping ODMK di Griya PMI Peduli Surakarta. Dari pengalaman pendampingan itulah Triana menyadari bahwa banyak stigma mengenai ODMK ternyata tidak sepenuhnya benar.

Menurutnya, banyak ODMK yang sebenarnya memiliki kemampuan berinteraksi, kreativitas, dan keinginan untuk kembali hidup berdampingan dengan masyarakat. Namun stigma yang masih kuat, membuat mereka sering dijauhi, bahkan tidak sedikit yang kehilangan ruang sosial dan dukungan dari lingkungan terdekatnya sendiri.

Kesadaran itu kemudian mendorong Triana dan rekan-rekannya membentuk komunitas Griya Schizofren, sebuah komunitas yang fokus mendampingi ODMK sekaligus membangun edukasi publik mengenai kesehatan jiwa. Komunitas tersebut perlahan berkembang dengan bergabungnya relawan dari berbagai latar belakang.

Setiap pekan, mereka rutin mengadakan sesi pendampingan yang diisi dengan berbagai aktivitas seperti terapi musik, menggambar, mengaji, hingga kegiatan kreatif lainnya. Aktivitas tersebut bukan hanya menjadi sarana interaksi sosial, tetapi juga membantu para ODMK membangun kembali rasa percaya diri mereka.

Bagi Triana, proses pendampingan tidak berhenti pada aspek emosional saja. Ia juga melihat bahwa banyak ODMK menghadapi kesulitan ekonomi akibat stigma yang membuat akses pekerjaan menjadi semakin terbatas.

Dari situlah lahir program Solvesenia by Givo yang mengajak para ODMK membuat berbagai produk seperti tas dan mug lukis untuk dijual kepada masyarakat. Hasil penjualannya digunakan untuk membantu biaya pengobatan sekaligus menjadi ruang pemberdayaan ekonomi bagi para peserta.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa isu kesehatan jiwa bukan hanya soal pengobatan medis, tetapi juga berkaitan dengan penerimaan sosial dan kesempatan untuk hidup lebih mandiri. Di tengah stigma yang masih kuat terhadap ODMK, Triana memilih membangun ruang aman agar para pejuang kesehatan jiwa tetap merasa dihargai dan memiliki tempat di masyarakat.

Mengubah Arah Desa lewat Ekowisata

Sementara itu di Sumatera Barat, perjalanan perubahan dimulai dari keresahan Ritno Kurniawan terhadap kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman.

Sebelum berkembang menjadi kawasan wisata alam, sebagian besar warga desa menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan. Aktivitas tersebut memang menjadi sumber penghasilan utama warga selama bertahun-tahun, tetapi di sisi lain juga memiliki risiko keselamatan tinggi dan berpotensi merusak kawasan lindung Bukit Barisan.

Ritno Kurniawan Foto: Langkan

Di tengah kondisi tersebut, Ritno melihat potensi lain yang dimiliki Desa Sejahtera Astra Nyarai. Alam yang masih asri, jalur trekking, sungai, hingga potensi arung jeram menurutnya bisa menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.

Namun mengubah pola pikir masyarakat tentu bukan hal mudah. Banyak warga yang awalnya ragu apakah sektor wisata benar-benar mampu memberikan penghasilan yang stabil dibanding pekerjaan yang sudah lama mereka jalani.

Ritno kemudian mulai melakukan pendekatan secara perlahan dengan mendampingi masyarakat secara langsung. Ia mengajak warga melihat bahwa menjaga alam justru bisa membuka peluang ekonomi yang lebih panjang dan berkelanjutan.

Perubahan itu semakin berkembang melalui dukungan program Desa Sejahtera Astra yang membantu penguatan kapasitas masyarakat, penyediaan alat pendukung, hingga pengembangan potensi wisata baru seperti arung jeram.

Dalam waktu beberapa bulan, masyarakat mulai memiliki keterampilan sebagai pemandu wisata alam profesional. Kini, puluhan warga terlibat aktif dalam pengelolaan wisata Desa Sejahtera Astra Nyarai, mulai dari pemandu trekking dan arung jeram hingga pengelola homestay dan usaha pendukung lainnya.

Transformasi tersebut tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap lingkungan. Warga yang sebelumnya bergantung pada aktivitas penebangan kayu kini ikut menjaga kawasan alam yang menjadi sumber penghidupan baru mereka.

Astra Membuka Jalan bagi Anak Muda untuk Melakukan Aksi Nyata

Kisah Triana dan Ritno memperlihatkan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari kepedulian terhadap masalah yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Meski bergerak di bidang berbeda, keduanya menunjukkan bahwa konsistensi dan kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan dampak jangka panjang.

Berkat inovasi dan dedikasinya, Triana Rahmawati dan Ritno Kurniawan menjadi bagian dari anak-anak muda yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui aksi sosial dan lingkungan yang mereka jalankan. Mereka pun mendapatkan apresiasi penuh dari Astra lewat program SATU Indonesia Awards.

Astra pun tidak hanya berhenti pada apresiasi semata, tetapi juga terus memperkuat dukungan melalui berbagai program pembinaan dan kolaborasi berkelanjutan.

Melalui program SATU Indonesia Awards dan Desa Sejahtera Astra, Astra berupaya membuka ruang bagi lebih banyak generasi muda untuk mengembangkan ide, gerakan sosial, hingga inovasi berbasis masyarakat yang mampu membawa perubahan positif di daerahnya masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas dampak sosial sekaligus mendorong lahirnya solusi-solusi baru untuk berbagai tantangan di Indonesia.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bentuk komitmen Astra dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Sebab perubahan besar sering kali lahir dari langkah kecil yang dijalankan secara konsisten oleh individu-individu yang peduli terhadap sekitarnya.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal memiliki program maupun aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, 17th SATU Indonesia Awards 2026 bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan kontribusi tersebut lebih luas lagi. Pendaftaran telah dibuka melalui situs resmi SATU Indonesia Awards.

Temukan lebih banyak cerita inspiratif mengenai kontribusi sosial, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi berkelanjutan lainnya dalam ASTRA MAGZ edisi April 2026. Baca lengkapnya di sini.