Dasco Jelaskan Pembagian Kursi Pimpinan AKD untuk 9 Fraksi

Fraksi-fraksi di DPR sedang berembuk untuk menentukan pimpinan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) untuk periode 2019-2024. AKD terdiri dari 11 komisi dan badan-badan serta majelis.
Yaitu Badan Anggaran (Banggar), Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), Badan Kerja sama Antar Parlemen (BKSAP), Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan, pembagian kursi pimpinan AKD berdasarkan hitung-hitungan perolehan kursi di DPR.
Hasil perhitungan, PDIP mendapat 4 kursi ketua, Gerindra, Golkar, NasDem, PKB, dan Demokrat mendapat 2 kursi ketua. Sementara PAN, PPP, dan PKS masing-masing mendapat jatah kursi 1 ketua.
"Jadi bukan skenario, itu kan ada hitung-hitungan. Perhitungan Sainte Lague itu dan memang dengan perhitungan seperti itu," jelas Dasco di gedung DPR, Selasa (8/10).
Jumlah jatah kursi tersebut, dia menyebut, merupakan hasil sementara yang dibahas dalam rapat konsultasi dengan seluruh fraksi. Namun, perolehan tersebut belum resmi diputus.
"Kira-kira begitu kemarin yang disampaikan di rapat konsultasi dengan fraksi," terangnya.
Meski begitu, dia mengatakan, masih ada beberapa hal yang terus dibahas. Misalnya soal persentase perolehan kursi atau suara yang akan jadi acuan, karena berbeda. Berikut perolehan suara dan kursi:
PDIP: 27.053.961 suara (19,33 %), 128 kursi.
Golkar: 17.229.789 suara (12,31%), 85 kursi.
Gerindra: 17.594.839 suara (12,57%), 78 kursi.
NasDem: 12.661.792 suara (9,05%), 59 kursi.
PKB: 13.570.097 suara (9,69%), 58 kursi.
Demokrat: 10.876.057 suara (7,77%), 54 kursi.
PKS: 11.493.663 suara (8,21%), 50 kursi.
PAN: 9.572.623 suara (6,84%), 44 kursi.
PPP: 6.323.147 suara (4,52%), 19 kursi.
"Kemarin itu karena ada pembulatan-pembulatan yang kemudian dianggap dari teman-teman meski dikonsultasikan dengan fraksi masing-masing. Mana fraksi yang isinya 53 dan 52 dan mana-mana konsentrasi dari kawan-kawan di fraksi untuk di komisi AKD mana," kata dia.
Meski hitung-hitungan bisa disepakati, namun 9 fraksi masih berebutan soal komisi atau badan yang akan diambil.
Sementara itu, untuk Gerindra, hingga saat ini belum memutuskan mau jatah kursi ketua di komisi berapa. Yang jelas, kata dia, Prabowo sebagai ketum meminta agar Gerindra memimpin komisi yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.
"Pesan Pak Prabowo memang mengambil komisi yang berkonsentrasi langsung bersentuhan dengan rakyat, tapi kan ada beberapa komisi, karena Gerindra cuma punya 2 pimpinan," tuturnya.
