Dasco Tegaskan Rekomendasi DPR Tidak Mengikat Lembaga Lain

7 Februari 2025 12:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa hasil rekomendasi yang dilakukan DPR RI tidak mengikat ke luar lembaga lain.
ADVERTISEMENT
Hal ini terkait dengan revisi tata tertib DPR Nomor 1 Tahun 2020, yang menegaskan wewenang DPR untuk bisa mengevaluasi pejabat publik melalui mekanisme fit and proper test.
“Iya (tidak mengikat) jadi kita mungkin sekadar nanti hasilnya menyarankan kepada pemerintah, menyarankan kepada institusi yang orangnya dilakukan evaluasi untuk kemudian diambil langkah yang dianggap perlu menurut mereka,” kata Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/2).
Dasco menegaskan, revisi tata tertib ini dilakukan sebagai penguatan fungsi DPR sebagai lembaga pengawasan pemerintah.
“Ini kan revisi tatib itu kan hanya berlaku internal untuk mendorong kinerja pengawasan DPR,” katanya.
Ia pun membantah bahwa revisi ini ditunggangi kepentingan untuk mengganti pejabat publik.
“Saya bingung kan ini kok sampai kemudian isunya kita bisa mecat A, C, B, itu revisi tatib itu hanya untuk melengkapi hal yang sudah dituangkan dalam tatib dalam fungsi pengawasan DPR dan itu kan bukan undang-undang,” tutur Ketua Harian DPP Gerindra itu.
ADVERTISEMENT
Bila pun ada rekomendasi penggantian, Dasco menjelaskan bahwa ada mekanisme khusus yang harus dijalankan. Tidak serta merta DPR mengeluarkan rekomendasi.
“Nah, tatib ini kemudian mendorong supaya kemudian fungsi pengawasan lebih ditingkatkan ditingkatkan bukan kemudian langsung kemudian mengevaluasi, langsung kemudian melakukan fit and proper, langsung kemudian memberikan rekomendasi penggantian, nggak begitu,” kata Dasco.
“Ini ada mekanisme-mekanisme terutama memang dari sisi monitoring administratifnya dan pelaksanaan tugasnya, paling begitu,” tuturnya.