Data KNKT: 2 Menit Menegangkan Taksi Hijau hingga Terhantam KRL di Bekasi
·waktu baca 3 menit

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga mendalami apa yang terjadi pada taksi Green SM yang terlibat kecelakaan dengan KRL di Bekasi Timur. KNKT mendalami sistem, serta apa yang dialami oleh sopir saat mobil mengalami kendala di perlintasan sebidang berujung tabrakan.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan temuan itu di hadapan Komisi V DPR saat rapat bersama dengan Menhub hingga Kepala Basarnas, Kamis (21/5).
Dari data yang disampaikan, tidak ada kendala teknis yang dialami taksi hijau saat dikendarai sopir. Semua sistem sudah memenuhi syarat dan layak jalan.
"Data onboard unit kendaraan B 2864 SBX tidak terdapat rekaman yang mendeteksi error pada sistem berdasarkan data satu jam sebelum kejadian. Kendaraan lulus uji elektromagnetik kompatibiliti mengikuti standar India, sementara untuk Indonesia tidak diwajibkan mengikuti standar elektromagnetik kompatibiliti," kata Soerjanto.
Data selanjutnya menunjukkan apa yang terjadi pada taksi Green SM saat berada di lintasan sebidang. Data yang ditampilkan Soerjanto terlihat hanya ada waktu 2 menit mulai taksi berada di perlintasan hingga terlibat tabrakan dengan KRL.
Dari data ini juga terlihat bagaimana sopir melakukan penanganan dan pengendalian terhadap mobil sampai akhirnya memutuskan untuk keluar dari mobil dan membiarkan terhantam KRL.
Berikut timeline-nya:
20:46:07 WIB
Kendaraan pada posisi transmisi D (Drive) berjalan normal dengan kecepatan 15 km per jam, lalu berpindah ke posisi transmisi N (Neutral) dan meluncur dengan kecepatan 3-7 km per jam.
20:46:32 WIB
Pengemudi membiarkan kendaraan meluncur sambil mengerem ringan di jalanan menurun.
20:46:35 WIB
Pengemudi pedal gas 25% tapi kendaraan masih dalam posisi N (Neutral) tidak bergerak dan tetap meluncur.
20:46:41 WIB
Pengemudi terus menginjak pedal gas sampai 51% tapi kendaraan tidak bergerak dan di posisi N (Neutral), kecepatan menjadi 0.
20:46:43-20:46:46 WIB
Pengemudi memindahkan transmisi ke posisi D (Drive), lalu terdeteksi pengereman. Tapi tidak terdeteksi menginjak gas.
20:46:48 WIB
Kendaraan terdeteksi berpindah ke posisi ON (tegangan tinggi). Sejak ini, pengemudi memindahkan transmisi ke P (Parking).
20:47:03 WIB
Pengemudi terdeteksi menginjak rem dan terdeteksi status Ready serta siap perpindahan gigi.
20:47:04 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke OFF.
20:47:10 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke ACC (tegangan rendah).
20:47:14 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke ON (tegangan tinggi).
20:47:15 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke Ready (tegangan tinggi) dan siap untuk perpindahan gigi.
20:47:27 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke OFF.
20:47:28 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke Ready (tegangan tinggi) dan siap perpindahan gigi, terdeteksi menginjak rem. Tapi transmisi tetap di P (Parking).
20:47:32 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke OFF.
20:47:32 WIB
Pintu dibuka.
20:47:36 WIB
Kendaraan terdeteksi status perpindahan ke ACC (tegangan rendah).
20:47:39 WIB
Pengemudi menutup pintu.
20:47:49 WIB
Pengemudi membuka pintu.
20:47:53 WIB
Kendaraan terdeteksi berpindah ke ON (tegangan tinggi).
20:48:10 WIB
Pengemudi menutup pintu.
20:48:24 WIB
Kendaraan terdeteksi tanda tabrakan dan baterai tegangan tinggi mati, lampu hazard aktif.
"Handle berposisi pada P (Parking) di mana selanjutnya pengemudi menginjak gas, menginjak rem, menginjak on-off on-off tapi selalu dalam posisi P sehingga mobil tidak bisa bergerak," kata Soerjanto.
Dalam peristiwa ini, Soerjanto menyoroti proses rekrutmen sopir oleh perusahaan. Di sini terlihat, perusahaan begitu singkat merekrut pengemudi tanpa pembekalan teknis kendaraan dengan baik.
"Jalur rekrutmen pengemudi secara normal antara 3 sampai 5 hari kerja. Proses pengenalan kendaraan melalui kelas teori secara singkat. Pelatihan mencakup cara menghidupkan mobil, cara parkir, lampu indikator, knob transmisi, serta penggunaan sabuk pengaman, tidak ada edukasi mengenai teknis kendaraan atau penanganan sistem saat terjadinya error," katanya.
“Knob lampu indikator pada saat siang hari susah dilihat. Pengemudi yang terlibat laka baru diterima melalui Job Fair dan baru bekerja 3 hari,” ujar Soerjanto.
