Data Penerima MBG Berpeluang Diintegrasikan dengan Satu Sehat Kemenkes

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengintegrasikan data penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan aplikasi Satu Sehat milik Kementerian Kesehatan.
Ini merupakan lanjutan setelah kerja sama BGN dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan data penerima manfaat lebih akurat.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan data Dukcapil yang digunakan dalam kerja sama tersebut telah mencakup 98,7 persen penduduk dan dilengkapi dengan data biometrik.
“Kita telah menandatangani kerja sama antara BGN dengan Dukcapil, yang intinya adalah data-data di Dukcapil itu sudah 98,7 persen, itu dengan biometriknya, face recognition, kemudian di sidik jari, dan iris retina mata,” kata Tito dalam konferensi pers bersama Kepala BGN Sudaryono di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
Dengan sistem tersebut, Tito berharap tidak terjadi pencatatan penerima manfaat secara berulang. Setiap penerima akan memiliki data yang teridentifikasi secara individual.
“Otomatis akan menghindari adanya misalnya 3-5 anak yang sama. Jadi satu orang, satu penerima manfaat,” kata Tito.
Selanjutnya, data penerima MBG juga berpeluang diintegrasikan dengan Satu Sehat, platform Kementerian Kesehatan yang sebelumnya banyak dikenal masyarakat sebagai sarana penyimpanan dan akses data kesehatan, termasuk sertifikat vaksinasi saat pandemi COVID-19.
“Nanti mungkin bisa diintegrasikan juga dengan data Kementerian Kesehatan, yang Satu Sehat namanya,” ujarnya.
Menurut Tito, integrasi tersebut memungkinkan perkembangan kondisi penerima manfaat dipantau dari waktu ke waktu. Data seperti pertumbuhan fisik anak dapat menjadi bagian dari pemantauan tersebut.
“Itu bisa mendata nanti mengikuti progres perkembangan anak itu, misalnya tinggi badannya, itu bisa dimonitor melalui integrasi data itu,” pungkasnya.
