Dede Yusuf: Jokowi Bisa Ganti Iwan Bule

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk Presiden Jokowi untuk mengusut tragedi di Kanjuruhan telah melaporkan temuannya.

Di antara temuannya, PSSI harus bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan 133 nyawa tersebut. Sehingga, salah satu rekomendasi yang diberikan TGIPF adalah meminta Ketua Umum PSSI Mochamad Irawan alias Iwan Bule untuk mundur dari PSSI.

Namun sampai saat ini, rekomendasi itu belum ditindaklanjuti.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mendorong agar Presiden Jokowi segera mengambil langkah, termasuk dalam meminta Iwan Bule mundur dari jabatannya.

“Jadi bagi saya di DPR ya ini harus dilaksanakan, jangan sampai temuan TGIPF ini hanya berupa paper works saja yang kemudian tidak ada lanjutannya," ungkap Dede Yusuf, dikutip dari situs DPR, Selasa (18/10).

Ketua PSSI Iwan Bule dan sejumlah anggota PSSI saat rapat bersama TGIPF, Selasa (11/10/2022). Foto: Hedi/kumparan

Menurutnya, sejumlah pihak yang terlibat yakni kepolisian, TNI, hingga PT LIB selaku pengelola liga sudah dinyatakan bersalah dan menjadi tersangka. Kini tinggal dari PSSI yang bertanggung jawab.

"Nah, yang belum kan pimpinan paling atas, pihak paling atas ini kan adalah pimpinan cabang olahraga yaitu PSSI. Kalau temuannya sudah dikatakan oleh Pak Mahfud MD bahwa ini adalah (Ketum) PSSI harusnya mundur, ya menurut saya karena ini bencana kemanusiaan, ya semua harus tanggung jawab," lanjutnya.

Politikus Demokrat tersebut pun menegaskan, Jokowi selaku Presiden seharusnya bisa memutuskan untuk memecat Iwan Bule dari Ketum PSSI dan jajarannya.

"Pimpinan tertinggi di Indonesia itu namanya presiden, bukan FIFA. Ketika presiden bisa berbicara kepada FIFA untuk tidak memberikan sanksi, presiden pun bisa bicara kepada FIFA agar PSSI ini sebaiknya diganti,"

- Dede Yusuf.

Lebih lanjut, Dede Yusuf meminta agar pemerintah melakukan audit investigasi keuangan penyelenggaraan sepakbola di Indonesia.

Menurutnya, industri sepak bola tanah air telah digunakan sebagai bisnis dengan perputaran uang hingga ratusan miliar rupiah.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) didampingi Wakil Ketua Iwan Budianto (kanan) dan Sekjen Yunus Nusi tiba untuk dimintai keterangan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (13/10/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

"Audit investigasi harus terjadi karena ini kan bisnis ratusan miliar (rupiah), tapi kalau saya tanya klub klub rata-rata kan dapatnya kecil. Dari bisnis ratusan miliar itu untuk pengamanan dan untuk penjaminan para suporter sesuai undang-undang kita tuh berapa sih sebetulnya alokasinya?" ucapnya.

"Supaya apa? Supaya nanti ke depan SOP-nya sudah jelas biaya pengamanan sekian, biaya penyelenggaraan sekian, biaya subsidi sekian, sponsorship sekian, nah biaya jaminan keselamatan penonton dan suporter berapa, itu harus kita jelaskan," tandasnya.