Dedi Mulyadi Dorong KKP Evaluasi Izin Keramba Jaring Apung di Pangandaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keramba Jaring Apung di Pangandaran. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Keramba Jaring Apung di Pangandaran. Foto: Shutterstock

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengevaluasi izin Keramba Jaring Apung (KJA) di pantai timur Pangandaran.

Di dunia kelautan, istilah izin tersebut namanya KKPRL atau Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut.

Dedi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jabar pada dasarnya adalah fasilitator. Pemprov pun telah berkoordinasi dengan KKP dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

"Hasil koordinasinya, KKP akan melakukan pengecekan ke lapangan dengan segera. Output dari pengecekan KKP dapat berupa pencabutan ataupun perubahan KKPRL tersebut," kata Dedi kepada kumparan, Selasa (12/8).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Program Info A1 kumparan di Jakarta, Kamis (31/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Masalah ini awalnya diungkapkan oleh tokoh Pangandaran Susi Pudjiastuti, mantan Menteri KP yang kini menjadi Penasihat Gubernur Jabar.

Menurut Susi, terdapat tiga perusahaan yang mendapatkan izin KJA dari KKP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kumparan, izin tersebut diterbitkan KKP pada November 2024, kala Bey Machmudin menjabat Gubernur Jabar.

kumparan post embed