Deklarasi Airin-Ade Sumardi di Pilgub Banten Batal?
·waktu baca 2 menit

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah atau Ratu Tatu diminta tanggapan terkait perkembangan Pilgub Banten. Golkar selama ini masih berupaya mendorong agar Airin Rachmi Diany bisa berlayar.
Golkar dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan PDIP di Banten. Dikabarkan dua parpol ini sudah sepakat akan koalisi dan mengusung pasangan Airin-Ade Sumardi sebagi bacagub dan bacawagub Banten.
Ade Sumardi merupakan politikus PDIP. Ia merupakan Ketua DPD PDIP Banten sekaligus eks Wakil Bupati Lebak.
Pasangan Airin-Ade rencananya akan dideklarasikan pada Rabu (14/8) di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. Namun deklarasi dipastikan batal.
Ratu Tatu mengatakan, rencana deklarasi Airin-Ade Sumardi batal. Sebab belum ada surat rekomendasi dari DPP Golkar kepada Airin untuk maju Pilgub Banten.
"Deklarasi nanti gampang, yang penting ngawal dulu teman-teman dapat SK dari DPP, setelah itu siap semua, baru deklarasi," kata Ratu Tatu dikutip Selasa (13/8).
Ratu Tatu menyebut, Pilgub Banten tidak akan terpengaruh meski Airlangga Hartarto sudah mundur sebagai Ketum Golkar. Meski begitu, ia mengatakan sudah ada mekanisme di Golkar terkait Pilkada.
Oleh sebab itu, DPD Golkar Banten akan menunggu bagaimana hasil pleno penunjukan Plt Ketum. Sebab bagaimanapun surat calon di Pilkada harus ada tanda tangan Ketum.
"Nanti kita lihat (soal kepastian Airin maju Pilgub Banten), karena di Golkar ada mekanisme yang sudah baku, jadi setelah Pak Ketum lengser. Hari ini ada rapat pleno di DPP untuk menentukan plt, dan plt ini akan ditugaskan untuk munas, dan munas sendiri tentu akan dipercepat, karena nanti yang akan menandatangani SK pendaftaran ke KPU itu harus ketum tetap," ucap Ratu Tatu.
Ade Sumardi Cabut Surat Bersedia Mundur dari DPRD
Ade Sumardi yang digadang jadi bacawagub Airin, sudah terpilih jadi anggota DPRD Banten 2024-2029. Namun, konsekuensi jika maju Pilkada, ia harus menyerahkan surat bersedia mundur dari anggota DPRD terpilih kepada KPU.
Ade Sumardi sudah menyerahkan surat itu kepada KPU. Namun belakangan surat ini dicabut sehingga Ade tetap memilih menjadi anggota DPRD.
Belum ada keterangan dari PDIP maupun Ade mengapa mencabut surat pengunduran diri tersebut.
