Delcy Rodriguez, 'Harimau Betina' yang Pimpin Venezuela usai Maduro Ditangkap AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, memberi isyarat setelah sidang Majelis Nasional di Caracas, Senin (5/1/2026). Foto: Federico Parra/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, memberi isyarat setelah sidang Majelis Nasional di Caracas, Senin (5/1/2026). Foto: Federico Parra/AFP

Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Delcy Rodriguez yang tadinya merupakan wakil presiden untuk segera mengambil alih dan menjalankan jabatan presiden. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Rodriguez pun dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan dalam sebuah upacara di Majelis Nasional Venezuela, Senin (5/1). Ia mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa ia melakukannya atas nama seluruh rakyat Venezuela.

Lalu, seperti apa sosok Delcy Rodriguez?

Rodriguez lahir di Caracas, Venezuela, pada 18 Mei 1969. Saat ini, ia berusia 56 tahun. Rodriguez merupakan putri dari pejuang gerilya kiri Jorge Antonio Rodriguez, pendiri partai revolusioner Liga Socialista pada 1970-an. Ia juga merupakan adik dari Jorge Rodriguez, yang baru saja kembali dipilih sebagai ketua parlemen atau Presiden Majelis Nasional Venezuela, dikutip dari BBC.

Rodriguez merupakan lulusan Fakultas Hukum Universidad Central de Venezuela dan lulus pada tahun 1983. Setelah itu, ia sempat mengajar hukum di kampusnya dan pernah menjadi presiden serikat dalam Asosiasi Pengacara Ketenagakerjaan Venezuela.

Karier politiknya melesat dalam satu dekade terakhir. Rodriguez mengawali karier politiknya selama pemerintahan Hugo Chavez. Pada masa itu, ia pertama kali masuk kabinet dan menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara selama beberapa bulan.

Pada era Maduro, ia menduduki posisi Menteri Komunikasi dan Informasi pada tahun 2013-2014. Ia juga pernah menjabat Menteri Luar Negeri pada periode 2014-2017.

Pada tahun 2017, Rodriguez ditunjuk sebagai pemimpin Majelis Konstituante pro-pemerintah yang berperan memperluas kewenangan Presiden Maduro. Maduro kemudian mengangkat Rodriguez sebagai wakil presiden pada Juni 2018.

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Wakil Ketua Pertama Majelis Nasional Pedro Infante dan Wakil Ketua Kedua Grecia Colmenares menghadiri sidang Majelis Nasional di Caracas, Senin (5/1/2026). Foto: Federico Parra/AFP

Dijuluki ‘Harimau Betina’ oleh Maduro

Maduro memuji Rodriguez sebagai sosok perempuan yang berani, berpengalaman, dan telah teruji dalam berbagai medan politik. Bahkan, Maduro pernah menjulukinya sebagai ‘Harimau Betina’ karena keteguhannya membela pemerintahan sosialis.

Pada Agustus 2024, tugas Rodriguez kembali diperluas dengan menambahkan portofolio Menteri Perminyakan. Ia dibebani tanggung jawab menangani dampak sanksi AS yang kian menekan industri minyak, sektor paling vital bagi perekonomian Venezuela.

Selain itu, ia juga mengemban posisi Menteri Keuangan. Kombinasi jabatan itu membuat dirinya menjadi tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi Venezuela, termasuk hubungan dengan sektor swasta yang melemah akibat krisis.

Ia dikenal menerapkan kebijakan ekonomi yang lebih konvensional untuk menekan laju inflasi ekstrem.

Pernah Terlibat dalam Beberapa Insiden

Rodriguez sempat menjadi perhatian internasional setelah mencoba menghadiri pertemuan blok dagang Mercosur di Buenos Aires, meski Venezuela telah diskors dari keanggotaan organisasi tersebut. Hal itu dilakukannya saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Pada 2020, terjadi sebuah insiden yang dikenal dengan ‘Delcygate’. Peristiwa itu terjadi saat Rodriguez mendarat dengan pesawat pribadinya di Bandara Barajas di Madrid. Di sana, ia bertemu dengan Menteri Transportasi Spanyol kala itu, Jose Luis Abalos, selama beberapa jam. Padahal, ia masih dikenai larangan masuk ke wilayah Schengen yang dikeluarkan Austria.

Rodriguez merupakan salah satu dari 50 pejabat Venezuela yang terkena sanksi oleh Uni Eropa karena pelanggaran HAM dan kemerosotan demokrasi. Selain dirinya, ada pula abangnya, Jorge Rodriguez, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, dan ibu negara Cilia Flores yang disanksi serupa oleh AS pada tahun 2018.