Demo Masyarakat Pati yang Berujung Ricuh
·waktu baca 5 menit

Demo besar terjadi di depan Kantor Bupati Pati, Rabu (13/8). Demo ini adalah puncak protes warga terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang sempat menetapkan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) sebesar 250 persen.
Sudewo sudah membatalkan kebijakan tersebut. Tapi warga tetap turun ke jalan pada Rabu itu.
Pemda membarikade diri mereka dengan bantuan polisi, dan aksi ini pun berujung ricuh.
Berikut serba-serbi demo tersebut.
Demo Pati Ricuh, Sejumlah Polisi Dikeroyok sampai Berdarah-darah
Demo besar-besaran itu diikuti ribuan orang dari berbagai elemen. Banyak emak-emak yang turut bergabung.
Lalu sebagian besar peserta demo sudah bermalam di sekitar Pendapa Kabupaten Pati sejak Selasa (12/8) malam.
Keesokan harinya demo digelar. Warga membawa sebuah truk kontainer yang digunakan sebagai mimbar untuk berorasi.
Warga sempat berseteru dengan polisi yang berusaha memindahkan truk kontainer yang menjadi panggung utama. Polisi bahkan sudah membawa mobil derek, namun permintaan itu segera ditolak warga.
Tindak polisi langsung direspons massa. Ada yang berteriak 'itu yang bawa saya memang kenapa'.
"Bapak-bapak kepolisian jangan bertindak gegabah kita di sini datang memenuhi panggilan bupati kita Sudewo," ujar salah satu massa.
Kemudian massa berbondong menduduki truk tersebut dan melakukan orasi.
Salah satu orator yang juga kuasa hukum Aliansi Masyarakat Pati, Nimerodin Gulo mengatakan, aksi hari ini merupakan bentuk jawaban dari tantangan yang dilayangkan oleh Sudewo. Sebelumnya, Sudewo menyatakan tak gentar di demo bahkan hingga 50 ribu orang.
Akhirnya, demo itu ricuh.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan ada beberapa polisi yang terluka, namun belum diketahui jumlah pastinya.
"Saya melihat sendiri ada anggota yang terluka, termasuk Kasi Propam Polresta Pati ada luka di kepalanya," ujar Artanto, Rabu (13/8).
Helm polisi pun, menurut Artanto, sampai pecah.
"Kami mengharapkan aksi unjuk rasa ini eskalasinya tidak meningkat menjadi anarkis kembali," ujar Artanto.
Polisi Pukul Mundur Massa Pendemo dari Depan Kantor Bupati Pati
Siang hari, sekitar pukul 13.15 WIB, masa pendemo akhirnya berhasil dibubarkan polisi.
Pasukan polisi menggunakan kendaraan bermotor dan bertameng memukul mundur massa menjauhi kantor bupati. Polisi melepaskan gas air mata dan membuat massa menjauh.
Hingga pukul 13.30 WIB polisi masih berjaga-jaga di sekitar kantor bupati dan alun-alun. Massa berangsur-angsur mundur membubarkan diri.
"Masyarakat Pati adalah termasuk orang-orang yang beradab dan terhormat. Monggo saudara semua jangan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dengan melaksanakan kegiatan yang anarkis dan tidak tertib," ucap polisi di lokasi.
"Pernyataan aspirasi akan dikawal oleh kepolisian, tapi jangan lakukan kegiatan yang anarkis yang dapat mengganggu ketertiban. Mohon saudara-saudara dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik," katanya.
Bupati Minta Maaf, Dilempari Botol dan Sandal
Bupati Pati, Sudewo, menemui massa pendemo. Sudewo muncul dari atap mobil rantis, mengenakan kemeja putih dan peci serta kacamata hitam.
Sudewo pun mengambil pengeras suara:
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat yang lebih baik, terima kasih," kata Sudewo.
Suasana semakin panas karena Sudewo langsung dihujani lemparan air mineral kemasan hingga sandal.
Sudewo menemui massa usai terjadi ricuh dalam demo besar yang digelar di depan kantor Bupati Pati. Kaca kantor bupati dipecahkan, gerbang dirobohkan, mobil polisi dibakar.
Polda Jateng Sebut Demo Pati Disusupi sehingga Ricuh
Pada pukul 14.00 WIB, demo di depan Kantor Bupati Pati telah kondusif.
"Situasi terkini, alhamdulillah sudah terkendali, kondusif, khususnya di areal sekitar depan kantor bupati, dekat alun-alun," ujar Artanto di kantor bupati.
Sebelumnya, demo besar tersebut ricuh. Kaca kantor bupati dipecahkan, gerbang dirobohkan, mobil polisi dibakar.
Menurut Artanto, demo tersebut disusupi.
"Massa yang tadinya berunjuk rasa secara damai, dapat menyampaikan aspirasinya, ini ternyata diprovokasi oleh kelompok tertentu yang melakukan kegiatan anarkis: Melempar, merusak, dan bahkan melakukan aksi bakar-bakaran," kata Artanto.
Polisi Tangkap 11 Orang yang Dianggap Provokator Demo di Kantor Bupati Pati
Polisi menangkap 11 orang terkait kericuhan demonstrasi di depan kantor Bupati Pati.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan mereka yang ditangkap ini merupakan provokator.
"Saat ini pelaku yang menjadi provokator itu ada kurang lebih ada 11 kita lakukan pengamanan. Saat ini sedang kita lakukan pendataan dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak reserse," ujar Artanto di Pati, Rabu (13/8).
Lebih lanjut, Artanto mengatakan demonstrasi yang berjalan hari ini di depan kantor Bupati Pati awalnya berjalan kondusif. Namun, kata dia, menjelang siang hari, muncul kelompok lain yang bersifat anarkistis.
"Sehingga merusak suasana aksi unjuk rasa yang damai ini, dengan melakukan kegiatan pelemparan berupa air mineral, batu tongkat, buah busuk dan sebagainya. Yang mengakibatkan situasi menjadi, eskalasinya menjadi meningkat dan chaos," ujar dia.
Toko-toko di Sekitar Alun-alun Pati Tutup
Toko-toko di sekitar kantor Bupati Pati dan alun-alun Pati tutup sejak Rabu pagi (13/8), karena ada demo besar.
Pantauan kumparan di Jalan Pantura dan Jalan Pemuda—tepat di depan tulisan "Alun-Alun Pati," pada pukul 15.30 WIB, tidak ada satu pun toko yang buka.
Terdapat banyak toko di sekitar alun-alun, yakni minimarket, toko kacamata, toko komputer, hingga toko pakaian. Semuanya tutup.
Polda Jateng: Pembakar Mobil dan Motor Polisi di Demo Pati Diusut
Selain bentrok dengan polisi, masa sempat membakar mobil dan motor polisi.
"Dari aksi unjuk rasa anarkis tadi ada satu kendaraan Propam berhasil digulingkan oleh massa tersebut dan dibakar," kata Artanto.
Ia mengatakan pihaknya akan mengusut pembakaran mobil polisi ini.
"Dan ini akan kita telusuri. Dan akan kita lakukan penyelidikan dan penyelidikan terhadap kasus tersebut," ujar Artanto.
Dinkes Pati: 57 Orang Terluka Akibat Demo Ricuh, Tak Ada Korban Meninggal
Usai demo, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat korban luka dari massa demonstran dan polisi.
Ada puluhan orang luka-luka akibat demo ini.
"Data yang kami himpun dari 2 rumah sakit dan puskesmas yang kami koordinasikan bahwa untuk korban luka ringan maupun luka berat yang saat ini dirawat sampai dengan pukul 15.11 sejumlah 57 orang," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, dikutip dari Instagram resmi Dinas Kesehatan Pati, @dinkespati.
Luky memastikan tak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini. Para korban, kata dia, dalam kondisi aman.
Dan tidak ada korban meninggal dunia, sekali lagi tidak ada korban meninggal dunia," kata Luky.
