Demo Tolak Beli Mobil Dinas Anggota Parlemen Timor Leste Masuk Hari Kedua
·waktu baca 2 menit

Demo menentang pembelian mobil dinas untuk seluruh anggota parlemen di Timor Leste masuk hari kedua.
Dikutip dari AFP, Selasa (16/9), lebih dari 2 ribu orang yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa sejumlah universitas di Dili berkumpul di dekat Parlemen Nasional, menolak rencana pembelian mobil dinas untuk masing-masing 65 anggota parlemen.
Demonstrasi yang awalnya berjalan damai menjadi ricuh saat polisi menembak gas air mata usai sejumlah demonstran melempar batu ke arah polisi.
Menanggapi demonstrasi Senin (15/9) kemarin, sejumlah partai politik akhirnya menyatakan akan meminta kepada parlemen untuk membatalkan pembelian mobil dinas. Padahal, partai-partai itu sebelumnya menyetujui anggaran 2025 yang mencakup pendanaan pembelian mobil dinas.
Demonstran menegaskan akan melanjutkan demo sampai rencana pembelian mobil dinas benar-benar dibatalkan.
"Kami ingin keputusan membeli mobil dinas dibatalkan. Keputusan ini harus diambil oleh Ketua Parlemen Nasional," kata aktivis, Domingos de Andrade (34), kepada wartawan.
"Mereka harus menghentikan kebiasaan buruk membeli mobil dinas," lanjutnya.
Demonstran membawa spanduk yang dengan nada desakan. Mereka juga membakar ban dan sebuah kendaraan pemerintah dekat gedung parlemen.
"Stop pencurian, stop koruptor," tulis spanduk itu.
Per hari ini, pemerintah Timor Leste belum mengelaurkan tanggapan resmi terkait aksi demo.
Dalam pernyataan bersama pada Senin (16/9) kemarin, Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor, Partai Demokrat, dan Perkaya Persatuan Nasional Putra-Putri Timor mengatakan pembelian mobil dinas tidak mencerminkan kepentingan publik dan berjanji akan meminta parlemen untuk membatalkan pembelian.
