Densus 88: Kotak Amal Jadi Propaganda Kelompok JI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Densus 88 anti teror mengamankan puluhan kotak amal di Belawan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Densus 88 anti teror mengamankan puluhan kotak amal di Belawan. Foto: Dok. Istimewa

Densus 88 menyita 706 kotak amal dalam penangkapan 7 teroris di Lampung dalam operasi sejak Senin (1/11) hingga Jumat (5/11) lalu.

Kotak amal berlabel LAZ ABA itu digunakan untuk mengumpulkan uang yang hasilnya akan digunakan untuk pengkaderan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Kabagops Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, selain untuk kepentingan pengkaderan JI, uang hasil kotak amal digunakan juga untuk bantuan kemanusiaan. Namun, hal itu sebagai propaganda JI dalam menarik simpati masyarakat.

kumparan post embed

“Pengumpulan dana tersebut memang sebagai sarana pendanaan aktivitas terorisme. Meskipun sebagiannya tetap disalurkan sebagaimana bunyi propagandanya,” kata Aswin lewat keterangannya, Senin (8/11).

“Misalnya untuk human relief (bantuan kemanusiaan),” sambungnya.

Aswin menyebut, salah satu propaganda JI untuk menarik warga agar mau menyumbang ke kotak amalnya yakni dengan menampilkan bahwa hasil kotak amal itu untuk warga terdampak di daerah konflik.

“Di wilayah-wilayah konflik (Afghanistan, Suriah, dan lain-lain). Tetapi sebagian dana digunakan pula untuk membiayai para pelaku teror yang bersembunyi, biaya pelatihan, dan lain-lain,” ujar Aswin.

Densus 88 anti teror mengamankan puluhan kotak amal di Belawan. Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, Sekjen MUI Anwar Abbas menyatakan radikalisme dan terorisme merupakan ancaman bagi masa depan Indonesia.

Namun demikian, ia menyoroti kinerja Densus 88 yang saat ini dinilai lebih fokus mencari terduga kelompok radikal, sementara yang sudah jelas kelompok radikal bersenjata di Papua penanganannya tak maksimal.

"Yang menjadi pertanyaan kenapa Densus 88 ini hanya sibuk mencari kelompok-kelompok radikal saja, sementara mereka tidak terdengar beritanya terjun di Papua bagi mencari dan menangkap para pelaku yang memang sudah jelas-jelas bersenjata bahkan sudah banyak membunuh para tentara dan warga masyarakat kita yang ada di sana," kata Anwar dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (6/11).