Densus Gaet PKK Jateng Tangkal Radikalisme ke Anak Lewat Medsos

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ISIS. Foto: Ahmad Al-RUbaye/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ISIS. Foto: Ahmad Al-RUbaye/AFP

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengungkap adanya peran organisasi terorisme ISIS dalam aksi unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di Kota Solo dan Kabupaten Kendal pada Agustus 2025 lalu.

Hal tersebut dikatakan Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88/AT AKP Yusuf saat bertemu Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal). Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, diduga kelompok ISIS menyusup dalam aksi unjuk rasa di wilayah Jateng.

"Pemantauan kami, ditemukan di media sosial, kelompok ISIS ini masuk, seperti terjadi di Kendal dan Solo," ujar Yusuf, Senin (8/9).

Kelompok teror itu masuk ke grup-grup media sosial, termasuk WhatsApp, menunggangi kelompok Anarko yang rata-rata adalah anak-anak bawah umur. Pelajar SMA hingga SMP.

"Ada grup Facebook, Instagram. Mereka memanfaatkan situasi ini, yang penting situasinya chaos, itu seruan mereka, dengan menambahkan postingan-postingan misalnya tentang ketidakadilan," jelas Yusuf.

Ia juga menjelaskan, proses doktrinasi kelompok radikal teror di media sosial dilakukan bertahap. Pertama penyebaran propaganda, kemudian pemetaan yakni memetakan reaksi atas propaganda yang disebarkan di media sosial.

Kantor Sekwan DPRD Solo dibakar massa, Sabtu (30/8) dini hari. Foto: kumparan

Kemudian, tahap pendekatan dan perekrutan. Di tahap ini kelompok itu mulai melakukan pendekatan personal dan mulai menanamkan doktrin. Dan tahap selanjutnya adalah pembinaan dan pengendalian.

"Pada tahap ini mereka mulai mengikat dengan baiat dan doktrin-doktrin keras untuk mengarahkan dan mengendalikan melakukan tindakan kekerasan sampai pada tindakan teror," jelas Yusuf.

Kepala Unit Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Satgaswil Jateng Densus 88/AT Kompol Ghofar juga mengungkap kelompok radikal teror seperti ISIS dan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) memang sudah menargetkan anak-anak untuk menjadi pengikut mereka. Propagandanya melalui media sosial.

"Ketika menyasar pelaku dewasa, kami lebih mudah melakukan deradikalisasinya, nah sekarang mereka (kelompok teror) masuk ke anak-anak, bergeser menyasar anak-anak, strategi mereka seperti itu," ucap Ghofar.

Dia mencontohkan, ada anak kelas 2 SMP di Jawa Tengah yang bergabung kelompok ISIS via media sosial. Dia secara aktif menyebarkan propaganda ISIS.

"Di sekolah, dia jadi korban bullying, kami pelan-pelan menanganinya melibatkan stakeholder yang ada," ungkap dia.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah provinsi melalui PKK ikut memberikan perhatian dengan adanya fenomena ini. Salah satunya dengan memberikan literasi digital bagi ibu-ibu PKK agar bisa memantau aktivitas media sosial anak-anak mereka.

Sementara itu, Ning Nawal menyambut baik rencana kolaborasi ini. Pada konteks PKK Jateng, diakuinya belum ada yang secara khusus membahas materi tentang bahaya radikalisme terorisme.

"Di Jateng itu kan isu teror kental sekali, ini (pencegahan dan edukasi) jadi satu hal yang penting dilakukan. Parenting di era digital," tegas Ning Nawal.

Tak hanya terorisme, pihaknya juga akan melakukan pencegahan agar anak-anak tak tergelincir pengaruh buruk media sosial seperti judi online hingga penyalahgunaan narkoba.

"Kelompok PKK Jateng jumlahnya ada 7000. Kami berharap ada cara-cara kreatif untuk mengedukasi, mengkampanyekan, seperti menggunakan media ataupun film dokumenter, supaya mudah dipahami," kata Ning Nawal.

Gaet PKK

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, menggagas gerakan "Ibu Jogo Anak". Hal itu untuk menangkal penyebaran radikalisme dan terorisme, di kalangan anak-anak dan remaja.

Program tersebut berfokus pada upaya penguatan peran keluarga, dalam mengawasi aktivitas anak bermedia sosial. Pasalnya, media digital diyakini sebagai pintu masuk kelompok radikal untuk menyebarkan ideologinya, yang menyasar anak-anak dan remaja.

Ide menggagas "Ibu Jogo Anak" ini tercetus saat Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menerima audiensi perwakilan Densus 88 Anti Teror dan pegiat Kreasi Prasasti Perdamaian, di kediamannya, Kawasan BSB Kota Semarang.

Nawal mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi, indoktrinasi gerakan radikalisme dan terorisme melalui platform media sosial, perlu diwaspadai. Sehingga, butuh keterlibatan orang tua, agar anak tidak terpapar paham dan gerakan tersebut.

"Dalam medsos ini, ada satu gerakan yang memposting isu-isu tentang radikalisme dan terorisme, ini sifatnya sudah mendoktrin. Ketika kemudian itu diklik, nanti lewat algoritma keluar itu-itu (konten radikalisme dan terorisme) terus," ungkap dia.

Dalam waktu dekat, istri Wakil Gubernur Jateng tersebut berencana menyusun modul parenting, yang bisa dijadikan panduan bagi ibu-ibu dalam melakukan pendampingan, terhadap anak-anak agar tidak terjebak dalam radikalisme dan terorisme.

Tidak hanya masalah itu, Nawal juga menekankan, saat ini anak-anak dan remaja rentan terhadap provokasi yang dilakukan oleh kelompok anarko, untuk mengikuti gerakan demonstrasi yang sifatnya anarkis dan bertujuan berbuat kerusuhan.

Pihaknya berharap, melalui gerakan "Ibu Jogo Anak" ini, orang tua bisa berperan aktif dalam mengedukasi penggunaan media digital, supaya anak-anak tidak mudah meyakini informasi yang menyesatkan, hingga berujung pada tindakan melawan hukum.

"Jangan sampai informasi yang membanjiri media sosial mereka itu langsung dimakan mentah-mentah, dan ini menjadi satu hal yang diyakini, ketika ini yang diyakini tidak baik, akhirnya mengekspresikan sesuatu yang tidak baik juga," tegas Nawal.

Di samping itu, upaya ini juga diperkuat dengan program-program pemberdayaan pemuda melalui OPD-OPD Pemprov Jateng. Misalnya, pelatihan keterampilan yang mengarahkan mereka pada kegiatan-kegiatan produktif.

"Proses menjadi berdaya ini yang akan dilakukan bukan hanya tahapan edukasi saja harapannya. Tapi juga apa yang kemudian bisa dikembangkan, bagaimana dia mengekspresikan pemikiran dan tenaganya untuk sesuatu yang lebih bermanfaat," ucap Nawal.

Sementara itu, Kepala Unit Idensos Satgaswil Jateng Densus 88 Antiteror Kompol Ghofar, menyambut baik keterlibatan PKK Jateng untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Terlebih, kelompok tersebut saat ini bergerak dengan memanfaatkan media digital.

"Dari kami Densus 88 siap membersamai Ibu Ketua PKK, dalam hal ini di wilayah Jawa Tengah, untuk menyosialisasikan kepada ibu ibu PKK terkait bahaya paham radikalisme dan terorisme, yang ada di sosial media yang saat ini ramai dilihat anak-anak," kata dia.

Catatan redaksi:

Judul ini mengalami perubahan dari sebelumnya 'Densus 88 Ungkap Demo Ricuh di Jateng Disusupi ISIS', menjadi 'Densus Gaet PKK Jateng Tangkal Radikalisme ke Anak Lewat Medsos' karena ada kekeliruan dari narasumber.