Depresi karena Skripsi & Duit, Mahasiswa Universitas Jambi Gantung Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar permasalahan kehidupan. Segera cari pertolongan!

Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutterstock

Mahasiswa Universitas Jambi, Gusti Randa (23 tahun), ditemukan gantung diri di rumah kontrakan yang berada di Mendalo Indah, Jaluko, Muaro Jambi, Kamis (2/3). Ia diduga mengalami depresi akibat skripsi dan masalah ekonomi sehingga nekat mengakhiri hidupnya.

Jenazah mahasiswa tersebut pertama kali ditemukan oleh dua temannya. Dua orang ini sempat mengetuk pintu rumah kontrakan korban, tetapi tidak ada jawaban. Karena tidak dikunci, dua orang ini langsung memasuki rumah tersebut.

"Kedua saksi terkejut melihat korban tergantung menggunakan potongan kain seprai tempat tidur. Kain seprai tersebut diikat di ventilasi," Kapolsek Jaluko, AKP Rody Hambali, Jumat (2/3).

Dua orang ini langsung menurunkan korban tersebut, yang kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Terlihat korban sudah dalam kondisi kaku dan tubuhnya dingin.

"Para saksi langsung memberi tahu ke Polsek Jaluko," kata Rody.

Pada tubuh mahasiswa semester 8 ini, tidak ditemukan bekas kekerasan fisik. Namun, jenazahnya sempat dibawa ke RSUD Raden Mattaher untuk pemeriksaan intensif.

Berdasarkan barang bukti yang ditemukan, ujar Rody, mahasiswa ini mengalami depresi lantaran kesulitan menyelesaikan skripsi dan dilanda masalah keuangan.

"Korban diduga mengalami depresi karena ditemukan chat WhatsApp. Ia cerita ke temannya banyak masalah. Di samping masalah proposal skripsi, juga kesulitan keuangan," kata Rody.

Sehari sebelum aksi bunuh diri, korban sempat bercerita terkait masalahnya pada salah satu teman.

"Mereka bertemu di kawasan Perum Valencia, Mendalo Indah. Di sana korban bercerita. Sekitar pukul 23.00 WIB, mereka meninggalkan Perum Valencia," kata Rody.