Dewi Astutik, Gembong Penyelundup 2 Ton Sabu Ditangkap di Kamboja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dewi Astutik DPO penyeludupan 2 ton sabu. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dewi Astutik DPO penyeludupan 2 ton sabu. Foto: Dok. Istimewa

Pelarian Dewi Astutik selaku gembong narkoba penyelundup 2 ton sabu ke Indonesia berakhir. Dewi Astutik akhirnya ditangkap di Kamboja.

Berdasarkan informasi yang diterima kumparan, penangkapan ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

kumparan post embed

Dewi Astutik ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut, kapan Dewi ditangkap.

Rencananya, Dewi akan diterbangkan hari ini ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Jumpa pers juga akan dilakukan di sana.

Personel Brimob berjaga di atas Kapal Motor Sea Dragon Tarawa saat pengungkapan kasus penyelupan sabu-sabu di Pelabuhan Bea Cukai Batam, Kepulauan Riau, Senin (26/5/2025). Foto: Teguh Prihatna/ANTARA FOTO

Dewi Astutik warga asal Ponorogo, Jawa Timur, berperan sebagai pengendali peredaran narkoba di Asia Tenggara jaringan Fredy Pratama.

Fredy Pratama, gembong narkoba yang dijuluki "Pablo Escobar Indonesia," hingga saat ini masih buron. Diduga kuat Fredy Pratama bersembunyi di luar negeri. Diduga dia berpindah-pindah negara, antara lain Thailand dan Kamboja.

kumparan post embed
Fredy Pratama. Foto: Dok. Istimewa