Di Balik Kasus Pembunuhan 12 Orang oleh Dukun Pengganda Uang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang Slamet (45) dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang bunuh 12 orang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tampang Slamet (45) dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang bunuh 12 orang. Foto: Dok. Istimewa

Polres Banjarnegara mengungkap kasus pembunuhan yang melibatkan dukun pengganda uang dan bernama TH Alias Mbah Slamet (45) dan asistennya BS (32) warga Comal, Pemalang.

Kasus ini berawal saat Polres Banjarnegara mengungkap kasus pembunuhan yang melibatkan Mbah Slamet dan asistennya BS.

BS bertugas mencari korban melalui Facebook dengan iming-iming bisa menggandakan uang. Slamet Tohari diduga telah membunuh 12 orang.

"Pengakuan pelaku, korban ada yang dari Sukabumi, Tasikmalaya, Gunungkidul, Banjarnegara, Palembang, sampai Jakarta," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Menurut Luthfi, awalnya Slamet mengaku hanya membunuh 5 orang. Tapi polisi menemukan 12 mayat.

"Untuk TKP sementara masih 1. Kemarin kami sudah mencari sekitar satu jam dan itu jauh sekali," ujar Luthfi.

Penemuan tulang belulang diduga 10 korban dukun pengganda uang asal Banjarnegara. Foto: Dok. Istimewa

Daftar 12 Jasad Korban

Berikut data korban tewas yang sejauh ini telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

  • Paryanto (53), warga Sukabumi, Jawa Barat. Ini penemuan korban pertama pada 2 April 2023. Liang kubur nomor 1.

  • Seorang warga Gunungkidul, DIY. Liang kubur 2 (ditemukan pada 3 April 2023).

  • Sepasang laki-laki dan perempuan, warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Liang kubur 3 (3 April 2023).

  • Sepasang laki-laki dan perempuan, warga Jakarta. Liang kubur 4 (3 April 2023).

  • Sepasang laki-laki dan perempuan, warga Palembang, Sumatera Selatan. Liang kubur 5 (3 April 2023).

  • Sepasang laki-laki dan perempuan, warga Yogyakarta, DIY. Liang kubur 6 (3 April 2023).

  • Sepasang laki-laki dan perempuan, belum diketahui asal daerahnya. Liang kubur 7 (4 April 2023).

Penemuan tulang belulang diduga 10 korban dukun pengganda uang asal Banjarnegara. Foto: Dok. Istimewa

2 Mayat dalam 1 Liang Kubur

Ada 5 liang kubur yang terdapat dua mayat di dalamnya. Sisanya, 1 liang kubur 1 mayat.

Dalam liang kubur itu juga ditemukan botol plastik air mineral diduga berisi racun yang diminum korban.

"Secara medis telah diperiksa, mereka mati lemas tidak ada unsur kekerasan," kata Luthfi.

Santainya Dukun Slamet Ceritakan Cara Bunuh 12 Orang, Sebut Potas Benda Ajaib

Mbah Slamet dengan santai menjelaskan cara dia membunuh 12 korbannya. Dukun asal Banjarnegara, Jateng, yang dengan keji membunuh korbannya karena ditagih hasil penggandaan uang itu bahkan tampak sangat santai saat dihadirkan dalam jumpa pers.

Slamet mengaku, ia baru akan mengubur korbannya saat mereka telah dipastikan tewas. Slamet mengubur mereka di ladang miliknya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

"Sudah betul-betul mati baru saya kubur, kalau belum mati, belum berani saya ngubur, Ndan. Setelah diminum, orangnya nggak sempet bilang seperti itu (minta tolong) setelah minum, langsung sudah enggak bisa bilang apa-apa, langsung muntah terus dia sekitar 5 menit sudah nggak kerasa (tewas)," ujar Slamet.

Dukun sadis itu bahkan menyebut racun potas yang ia gunakan sebagai benda 'ajaib'. Sebab, korban-korbannya langsung meregang nyawa sesaat setelah meminum racun itu.

"Nggak sampet bilang apa-apa karena potas itu ajaib sekali, Ndan," imbuhnya.

video youtube embed

Slamet menjelaskan, pembunuhan itu selalu diawali dengan ritual bohong-bohongan. Mereka dibawa di lokasi tempat mereka akan dikubur dan meminum racun.

"Jam 19.30 ritual. Berangkat dari rumah jam 16.00 WIB jadi nggak curiga. Ritual 1 jam, ritualnya cuma ngobrol terus setelah udah agak malam disuruh minum, Ndan," ungkap dia.

Slamet mengaku lupa dengan jumlah uang yang berhasil ia himpun dari para korbannya sejak tahun 2020. Ia mengatakan uang itu sudah habis dipakai.

"Ada yang Rp 50 juta ada yang Rp 40 juta. Sudah dipakai terus sih, Ndan," ucap dia.

Ia juga mengaku siap untuk bertobat dan tak akan lagi mengulangi perbuatannya menghabisi nyawa orang lain.

"Udahlah, intinya saya menerima menjalani hukuman, intinya yang sudah tidak akan berulang lagi gitu, Ndan. Bertobat juga siap," ujar Slamet santai.

Tampang Slamet (45) dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang bunuh 12 orang. Foto: Dok. Istimewa

Modus Dukun Banjarnegara Bunuh 12 Orang

Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto, menjelaskan, Slamet terlebih dahulu mengajak para korbannya menjalankan sebuah ritual penggandaan uang.

Dalam ritual itu, para korban diminta meminum air yang ternyata sudah dicampur racun potas.

"Untuk melaksanakan pembunuhan, Slamet Tohari menggunakan racun yang dicampurkan dengan obat penenang di dalam air minum," kata Hendri.

Setelah melihat korbannya tak sadarkan diri, Slamet lalu menggali tanah atau ladang miliknya untuk mengubur mereka. Menurut Hendri, dalam menjalankan aksi tersebut, Slamet bertindak sendirian.

"Korban yang telah meminum racun tersebut, jarak antara 5 menit korban sudah tak sadarkan diri atau sudah meninggal. Pelaku melakukan aksinya sendirian," jelas Hendri.

Total polisi telah menemukan 12 jasad korban Slamet. Saat ini polisi juga sedang mengautopsi dua korban di RSUD Margono yang baru ditemukan hari ini.

***

kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tau informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama