Di Balik Penipuan Pasutri Pemilik WO Marwah Catering
·waktu baca 3 menit

Kasus dugaan penipuan oleh Wedding Organizer (WO) Marwah Catering terus bergulir. Polisi mengungkap salah satu tersangka berinisial ER merupakan residivis kasus penipuan serupa yang pernah diproses hukum di wilayah Jawa Barat pada 2021 lalu. Dalam perkara ini, polisi turut menetapkan suami ER, RM, sebagai tersangka.
Polisi menyebut pasangan suami istri itu menjalankan modus memutar uang dari korban baru untuk menutupi biaya pernikahan korban sebelumnya. Total ada 58 pasangan yang diduga menjadi korban WO Marwah Catering. Polisi pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat memilih WO, terutama jika ditawari paket dengan harga yang jauh di bawah pasaran.
Polisi: 1 Tersangka WO Marwah Catering Residivis, Pernah Dibui Kasus Penipuan
Polisi mengungkapkan salah satu pelaku penipuan oleh Wedding Organizer (WO) Marwah berinisial ER merupakan residivis. ER pernah dipenjara karena kasus serupa di wilayah Jawa Barat tahun 2021 lalu.
“Dari hasil pemeriksaan kami bahwa diketahui terhadap tersangka atas nama ER itu adalah residivis terhadap tindak pidana yang serupa di wilayah Jawa Barat,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, saat memberikan keterangan di Polres Jakarta Timur, Senin (1/6).
Di kasus WO Marwah Catering, polisi turut menangkap suami ER, RM. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. ER dan RM ditangkap polisi di sebuah kontrakan di kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (29/5).
“[Mereka] Suami istri karena WO ini sejauh ini memang dikendalikan oleh suami istri ini,” sebut Bayu.
Tipu-tipu Pasutri Pemilik WO Marwah Catering: Gali Lubang Tutup Lubang
Polisi mengungkapkan motif penipuan Wedding Organizer (WO) Marwah yang menyasar puluhan pengantin. Kata polisi, uang korban digunakan untuk menutup kegiatan pernikahan yang sebelumnya.
“Kalau dari hasil pemeriksaan kami diketahui bahwa uang-uang dari korban ini diputar lagi oleh para tersangka untuk menutupi kegiatan-kegiatan pernikahan sebelumnya,” kata Bayu, kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (1/6).
Bayu menjelaskan uang-uang korban itu digunakan untuk menutupi biaya pernikahan korban lainnya. Bayu mengatakan ada 58 pasangan yang menjadi korban WO Marwah.
“Jadi uang itu secara tidak langsung ya gali lubang tutup lubang,” sambungnya.
WO Marwah Catering Tipu 58 Pasangan, Polisi Imbau Tak Mudah Percaya Promo Murah
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap promo wedding organizer (WO) dengan harga murah. Sebab promo murah berpotensi sebagai modus penipuan, seperti halnya yang dilakukan WO Marwah Catering.
“Kami dari Satreskrim Polres Jakarta Timur mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih wedding organizer,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan saat memberikan keterangan di Polres Jakarta Timur, Senin (1/6).
Bayu meminta masyarakat untuk mengidentifikasi secara cermat sebelum menggunakan WO. Khususnya memperhatikan sepak terjang hingga kewajaran harga yang ditawarkan oleh WO tersebut.
“Coba diperhatikan apakah WO ini benar terverifikasi, memiliki track record yang baik, dan juga paket harga yang ditawarkan itu kira-kira normal atau tidak,” tutur Bayu.
