Di Denpasar, Rocky Gerung Curhat Dimarahi PDIP soal Agus Salim

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rocky Gerung saat diwawancara di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rocky Gerung saat diwawancara di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Akademisi yang dikenal kritis terhadap pemerintah, Rocky Gerung curhat kepada sejumlah peserta diskusi 'Politik sehat, Politik Berakal, Muda Berkarya' yang digelar tim pemenangan daerah Provinsi Bali, di Denpasar, Sabtu (9/3). Curhatan dia terkait dengan ucapannya soal Pahlawan asal Sumatera Barat, Padang, Haji Agus Salim.

Kepada pesera, Rocky mengaku diserbu oleh PDIP dan tim buzzer Petahana Jokowi. PDIP dan Tim Buzzer, kata Rocky, menilai ia melecehkan Haji Agus Salim.

"Saya dimarahi Partai PDIP, buzzer-buzzer Pak Jokowi karena saya melecehkan pahlawan nasional Haji Agus Salim," kata Rocky.

Rocky malah mempertanyakan PDIP yang menurut Rocky tak paham sejarah. Padahal, menurut dia lagi, ia sedang memuji Agus Salim yang mengkritik lewat metafora.

"Bagaimana sebuah partai yang basisnya adalah sejarah tidak mengerti sejarah, padahal malah saya justru memuji beliau sebagai tokoh yang mampu mengucapkan kritik secara metafor. Kok enggak paham?" ujar dia.

Bagi dia, marah adalah ketidak mampuan orang mengelola akal.

"Saudara-saudara hal yang paling mendebarkan kita di sini bergembira, ceria, pertanda ada akal yang sehat di dalam ruangan ini. Di luar sana ada kemarahan, kemarahan itu dekat dengan kedunguan. Jadi, orang yang tidak mampu mengelola akal, ekspresi pertama adalah marah-marah," kata dia.

embed from external kumparan

Sebelumnya pada Selasa (5/3) Forum Anak Nagari di Sumatera Barat melaporkan Rocky Gerung ke Polda Sumbar. Rocky dilaporkan karena diduga menghina pahlawan nasional asal Sumatera Barat, KH Agus Salim.

Tak cuma Forum Anak Nagari saja yang merespons Rocky, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga mendesak Rocky melespaskan status kewarganegaraannya dari Indonesia.

“Atas hinaan yang ditujukan kepada Kiai Agus Salim tersebut, PDI Perjuangan mendesak Rocky Gerung untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia daripada tidak bisa menghormati pahlawan bangsanya,” kata Hasto di Aceh, Rabu (7/3).