Di Tengah Pandemi Corona, Kim Jong Un Akan Gelar Parade Militer Korut

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Foto: KCNA / via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Foto: KCNA / via REUTERS

Sabtu (10/10), Korea Utara akan memamerkan senjata terbarunya dalam parade militer meskipun dunia sedang menghadapi corona. Rencananya, pemimpin Korut, Kim Jong Un, akan berpidato di acara ulang tahun ke-75 Partai Buruh Korut itu.

Dilansir AFP, citra satelit di situs web 38North memperlihatkan parade tersebut seakan sudah siap. Ribuan tentara Korea Utara akan memenuhi Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang.

Parade Militer Korea Utara Foto: Reuters/Third Party

Setelah masuknya barisan ribuan tentara, kendaraan lapis baja dan tank diperkirakan akan dipamerkan, termasuk rudal. Dilansir Reuters yang mengutip Yonhap, pejabat di Korsel dan AS menilai Korut akan memamerkan kekuatan terbarunya karena sedang krisis.

"Mungkin Korut akan memamerkan senjata strategis baru, rudal balistik antarbenua (ICBM) atau rudal balistik kapal selam untuk menarik perhatian di saat perekonomiannya melambat," kata Kementerian Unifikasi Korsel.

Belum diketahui apakah parade tersebut akan disiarkan secara langsung.

Parade militer saat peringatan ke-70 pendirian Korea Utara di Pyongyang, Minggu (9/9/2018). Foto: REUTERS/Danish Siddiqui
Rudal terbaru Korea Utara Foto: REUTERS/Damir Sagolj

"Tampilan ICBM baru akan menandakan bahwa Korea Utara bergerak dan mungkin menunjukkan bahwa Korea Utara akan melanjutkan pengujian rudal jarak jauh," kata Jeffrey Lewis, seorang peneliti rudal di James Martin Center for Nonproliferation Studies.

Risiko di tengah pandemi

Korea Utara telah memberlakukan kontrol perbatasan yang ketat dan mengkarantina puluhan ribu warga untuk mencegah virus corona. Kabar terakhir, Korut sempat memiliki kasus corona yang diduga berasal dari pembelot.

"Parade ini sangat berisiko, meskipun hanya ada sedikit orang yang positif COVID-19 di tengah kerumunan, mereka dapat menciptakan peristiwa super spreader yang mematikan," kata direktur senior Kajian Korea di Pusat Nasional, Harry Kazianis.