kumparan
5 November 2019 11:55

Diadukan ke BK karena Lem Aibon, William Siap Pertaruhkan Jabatan

William Aditya Sarana
DPRD DKI dari Fraksi PSI,William Aditya Sarana. Foto: Twitter/@psi.id
Unggahan anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI William Aditya Sarana mengenai anggaran janggal, termasuk pengadaan lem Aibon sebesar Rp 82 miliar di RAPBD Pemprov DKI, berujung pelaporan ke Badan Kehormatan (BK) Dewan. William dilaporkan oleh seorang warga bernama Sugiyanto karena dianggap melanggar kode etik anggota Dewan.
ADVERTISEMENT
Menanggapi itu, William mengatakan siap menghadapi laporan yang akan diproses oleh BK itu. Bahkan, dia rela mempertaruhkan jabatan sebagai anggota Dewan demi lahirnya transparansi anggaran Pemprov.
"Siap (hadapi laporan). Demi transparansi anggaran, saya siap pertaruhkan jabatan," kata William saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/11).
William menuturkan, ia tak memiliki hak untuk mengontrol reaksi masyarakat terhadap unggahan rancangan anggaran yang dilakukannya. Oleh karen itu terkait laporan ini William siap menghadapinya.
"Saya enggak bisa kontrol tindakan orang lain," kata dia.
Sebelumnya, Ketua BK DPRD DKI Jakarta Achmad Nawawi mengatakan pelaporan diajukan oleh warga bernama Sugiyanto pada Senin (4/11). Ia menyebut laporan itu dilayangkan lantaran William dianggap menyalahi kode etik anggota Dewan dengan menggunggah rancangan anggaran ke media sosial.
ADVERTISEMENT
"Kemarin (laporan) ramai-ramai datang atas nama masyarakat lebih dari 10 orang melaporkan tentang adanya anggota dewan yang mengunggah dokumen KUA-PPAS lewat medsos yang menurut mereka ini menyalahi kode etik anggota dewan," kata Achmad.
Saat ini, Badan Kehormatan Dewan tengah melakukan rapat tertutup untuk menindaklanjuti pelaporan tersebut.
William mengunggah anggaran lem Aibon sebesar Rp 82 miliar pada 29 Oktober.
Loading Instagram...
Sedangkan pada 23 Oktober, Gubernur Anies Baswedan telah lebih dulu menegur anak buahnya yang membuat anggaran yang tidak bisa dijelaskan. Video itu diposting di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta pada 29 Oktober.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan