Diduga Stres Tekanan Pekerjaan, ASN Bidan di Takalar Bunuh Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bijaksanalah membaca konten ini. Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan!

Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutterstock

NA (34 tahun), seorang ASN bidan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Senin (26/11).

Ia diduga mengakhiri hidupnya karena depresi tekanan pekerjaan.

"Korban ditemukan tergantung oleh bapak mertuanya," kata Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Asnawi, kepada wartawan, Senin (27/11).

NA ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar, tangannya pun teriris.

Mengeluh Ingin Pindah Kerja

NA diketahui bekerja sebagai bidan dengan posisi koordinator di Puskesmas Mapsu. Ia diduga depresi dengan beban pekerjaan di Puskesmas.

Sebab, sebelum mengakhiri hidupnya, NA sering melamun. Ia juga sempat mengeluh kepada suaminya jika ingin pindah tempat bekerja.

"Motif awal bunuh diri karena beban kerja," jelasnya.

Selesaikan Tugas lalu Bunuh Diri

Sebelum ditemukan meninggal, NA masih sempat dilihat oleh mertuanya, bekerja di kamarnya: Mengetik di laptop.

"Saksi masih lihat korban di kamarnya itu bekerja, main laptop saat mau keluar beli makanan. Pulang dari beli makanan, pintu kamarnya sudah dikunci," ucapnya.

Awalnya mertua korban tak curiga. Tetapi, korban yang dipanggil makan tak memberi respons, sehingga mertuanya itu mendobrak pintu kamarnya dan melihat korban sudah tak bernyawa.